Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Rabu, 01 Juli 2026 - 04:05 WIB
Meski kontroversi terus bergulir, FIFA dikabarkan tidak melihat adanya indikasi pelanggaran sehingga tidak berencana membuka investigasi. Badan sepak bola dunia itu disebut tidak memiliki kekhawatiran terhadap jalannya pertandingan dan menganggap tidak ada bukti yang mengarah pada praktik pengaturan skor.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, juga membantah keras tuduhan tersebut. Menurutnya, jalannya pertandingan justru terlalu liar dan sulit diprediksi untuk disebut sebagai hasil rekayasa.
"Jika tiga menit sebelum laga berakhir ada yang mengatakan pertandingan ini akan berakhir 3-3, semua orang pasti menganggapnya gila. Saya sudah hampir 40 tahun menjadi pelatih dan belum pernah melihat pertandingan dengan alur sedramatis ini," ujar Rangnick. Ia bahkan menyamakan pertandingan tersebut dengan skenario film karya Alfred Hitchcock karena penuh kejutan hingga detik terakhir.
Kontroversi ini mengingatkan publik pada insiden "Disgrace of Gijon" di Piala Dunia 1982, ketika Jerman Barat mengalahkan Austria 1-0 dengan hasil yang membuat Aljazair tersingkir. Bedanya, kali ini justru Iran yang merasa dirugikan setelah Austria dan Aljazair sama-sama melaju ke babak gugur, sementara FIFA memilih tidak membuka penyelidikan atas dugaan pengaturan skor alias match fixing yang ramai diperbincangkan.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, juga membantah keras tuduhan tersebut. Menurutnya, jalannya pertandingan justru terlalu liar dan sulit diprediksi untuk disebut sebagai hasil rekayasa.
"Jika tiga menit sebelum laga berakhir ada yang mengatakan pertandingan ini akan berakhir 3-3, semua orang pasti menganggapnya gila. Saya sudah hampir 40 tahun menjadi pelatih dan belum pernah melihat pertandingan dengan alur sedramatis ini," ujar Rangnick. Ia bahkan menyamakan pertandingan tersebut dengan skenario film karya Alfred Hitchcock karena penuh kejutan hingga detik terakhir.
Kontroversi ini mengingatkan publik pada insiden "Disgrace of Gijon" di Piala Dunia 1982, ketika Jerman Barat mengalahkan Austria 1-0 dengan hasil yang membuat Aljazair tersingkir. Bedanya, kali ini justru Iran yang merasa dirugikan setelah Austria dan Aljazair sama-sama melaju ke babak gugur, sementara FIFA memilih tidak membuka penyelidikan atas dugaan pengaturan skor alias match fixing yang ramai diperbincangkan.
(sto)
Lihat Juga :