Cristiano Ronaldo Dihantui Kutukan Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Jum'at, 03 Juli 2026 - 00:04 WIB
Masalahnya terletak pada kualitas peluang. Nilai expected goals (xG) setiap tembakan Ronaldo di fase gugur hanya mencapai 0,04, jauh lebih rendah dibandingkan 0,14 xG per tembakan pada fase grup. Sebanyak 76 persen tembakannya di fase gugur berasal dari luar kotak penalti.
Sebaliknya, pada fase grup hanya sekitar 51 persen yang dilepaskan dari jarak jauh. Data tersebut menunjukkan Ronaldo lebih sering mengambil keputusan menembak dari posisi sulit ketika menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur.
Baca Juga: Profil Ahmad Daraghmeh, Pemain Sepak Bola Palestina yang Dibunuh Tentara Israel
Di sisi lain, perjalanan Portugal menuju fase gugur hampir selalu diwarnai lawan tangguh. Selama era Ronaldo, Portugal harus menghadapi Belanda (2006), Spanyol (2010), Uruguay (2018), hingga Swiss (2022) di babak 16 besar.
Pada perempat final, mereka berjumpa Inggris pada 2006 dan Maroko pada 2022, sedangkan semifinal 2006 mempertemukan mereka dengan Prancis. Sebagian besar laga tersebut berlangsung ketat dengan selisih hanya satu gol, membuat ruang gerak Ronaldo semakin terbatas.
Meski demikian, Portugal tetap mampu mencetak gol di fase gugur melalui pemain lain. Pepe sempat mencetak gol ke gawang Uruguay pada 2018, sedangkan Gonçalo Ramos menjadi bintang saat memborong hattrick dalam kemenangan telak 6-1 atas Swiss pada Piala Dunia 2022 ketika Ronaldo hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Berdasarkan 25.000 simulasi superkomputer Opta, Portugal memiliki peluang 68,7 persen untuk melaju ke babak berikutnya. Rekor pertemuan juga berpihak kepada Portugal yang hanya sekali kalah dalam 10 laga terakhir melawan Kroasia di semua kompetisi.
Ronaldo sendiri memiliki catatan positif menghadapi Kroasia dengan mencetak dua gol dalam empat pertemuan. Selain itu, Kroasia tampil kurang meyakinkan sepanjang turnamen ini setelah kebobolan lima gol, memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan tim yang kini dihuni banyak pemain senior.
Dengan dukungan pemain-pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, dan João Félix, Ronaldo berpeluang mendapatkan suplai bola yang lebih baik dibandingkan pada edisi-edisi sebelumnya. Jika mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, laga kontra Kroasia bisa menjadi momen bersejarah bagi Ronaldo untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus menghapus satu-satunya noda besar dalam perjalanan luar biasanya di Piala Dunia.
Sebaliknya, pada fase grup hanya sekitar 51 persen yang dilepaskan dari jarak jauh. Data tersebut menunjukkan Ronaldo lebih sering mengambil keputusan menembak dari posisi sulit ketika menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur.
Baca Juga: Profil Ahmad Daraghmeh, Pemain Sepak Bola Palestina yang Dibunuh Tentara Israel
Di sisi lain, perjalanan Portugal menuju fase gugur hampir selalu diwarnai lawan tangguh. Selama era Ronaldo, Portugal harus menghadapi Belanda (2006), Spanyol (2010), Uruguay (2018), hingga Swiss (2022) di babak 16 besar.
Pada perempat final, mereka berjumpa Inggris pada 2006 dan Maroko pada 2022, sedangkan semifinal 2006 mempertemukan mereka dengan Prancis. Sebagian besar laga tersebut berlangsung ketat dengan selisih hanya satu gol, membuat ruang gerak Ronaldo semakin terbatas.
Meski demikian, Portugal tetap mampu mencetak gol di fase gugur melalui pemain lain. Pepe sempat mencetak gol ke gawang Uruguay pada 2018, sedangkan Gonçalo Ramos menjadi bintang saat memborong hattrick dalam kemenangan telak 6-1 atas Swiss pada Piala Dunia 2022 ketika Ronaldo hanya tampil sebagai pemain pengganti.
Kesempatan Emas Melawan Kroasia
Kini Ronaldo diperkirakan kembali menjadi ujung tombak Portugal saat menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Secara statistik, peluang Selecao das Quinas untuk lolos cukup besar.Berdasarkan 25.000 simulasi superkomputer Opta, Portugal memiliki peluang 68,7 persen untuk melaju ke babak berikutnya. Rekor pertemuan juga berpihak kepada Portugal yang hanya sekali kalah dalam 10 laga terakhir melawan Kroasia di semua kompetisi.
Ronaldo sendiri memiliki catatan positif menghadapi Kroasia dengan mencetak dua gol dalam empat pertemuan. Selain itu, Kroasia tampil kurang meyakinkan sepanjang turnamen ini setelah kebobolan lima gol, memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan tim yang kini dihuni banyak pemain senior.
Dengan dukungan pemain-pemain kreatif seperti Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, dan João Félix, Ronaldo berpeluang mendapatkan suplai bola yang lebih baik dibandingkan pada edisi-edisi sebelumnya. Jika mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, laga kontra Kroasia bisa menjadi momen bersejarah bagi Ronaldo untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus menghapus satu-satunya noda besar dalam perjalanan luar biasanya di Piala Dunia.
(yov)
Lihat Juga :