FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Senin, 06 Juli 2026 - 08:51 WIB
FIFA sendiri belum memberikan komentar terkait laporan mengenai dugaan lobi tersebut. Namun, Komite Disiplin FIFA menjelaskan bahwa keputusan menangguhkan hukuman Balogun diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Aturan tersebut memungkinkan komite menangguhkan sanksi kartu merah selama pelanggaran yang dilakukan tidak berkaitan dengan pengaturan pertandingan. Meski demikian, Balogun tetap berada dalam masa percobaan selama satu tahun.
Apabila dalam periode tersebut Balogun kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keparahan serupa, hukuman larangan satu pertandingan akan langsung diberlakukan. Sebelumnya, FIFA juga pernah menggunakan Pasal 27 untuk menangguhkan hukuman kartu merah Cristiano Ronaldo sehingga sang kapten Portugal tetap bisa tampil pada laga pembuka Piala Dunia.
Baca Juga: 7 Fakta di Balik Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Keputusan FIFA memicu reaksi keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Dalam pernyataan resminya, federasi tersebut mengaku terkejut karena skorsing otomatis akibat kartu merah seharusnya tetap berlaku sesuai regulasi FIFA. RBFA bahkan menyatakan tengah mempelajari berbagai opsi yang dapat ditempuh sebagai respons atas keputusan tersebut.
Aturan tersebut memungkinkan komite menangguhkan sanksi kartu merah selama pelanggaran yang dilakukan tidak berkaitan dengan pengaturan pertandingan. Meski demikian, Balogun tetap berada dalam masa percobaan selama satu tahun.
Apabila dalam periode tersebut Balogun kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keparahan serupa, hukuman larangan satu pertandingan akan langsung diberlakukan. Sebelumnya, FIFA juga pernah menggunakan Pasal 27 untuk menangguhkan hukuman kartu merah Cristiano Ronaldo sehingga sang kapten Portugal tetap bisa tampil pada laga pembuka Piala Dunia.
Baca Juga: 7 Fakta di Balik Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Keputusan FIFA memicu reaksi keras dari Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Dalam pernyataan resminya, federasi tersebut mengaku terkejut karena skorsing otomatis akibat kartu merah seharusnya tetap berlaku sesuai regulasi FIFA. RBFA bahkan menyatakan tengah mempelajari berbagai opsi yang dapat ditempuh sebagai respons atas keputusan tersebut.
(yov)
Lihat Juga :