Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
Selasa, 07 Juli 2026 - 12:16 WIB
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik penangguhan hukuman Folarin Balogun. Ia membenarkan bahwa dirinya sempat menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tetapi menegaskan keputusan mengenai status penyerang Amerika Serikat tersebut bukan berada di tangannya.
Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Berdasarkan aturan, kartu merah biasanya berujung larangan bermain otomatis pada pertandingan berikutnya. Namun, FIFA kemudian menunda pelaksanaan sanksi itu sehingga Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 .
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena muncul setelah Trump secara terbuka menyampaikan keberatannya atas kartu merah yang diterima Balogun. Sejumlah pihak pun mempertanyakan apakah ada pengaruh politik dalam proses penetapan keputusan FIFA.
Dalam pernyataan tertulisnya, Infantino menekankan bahwa Komite Disiplin FIFA bekerja secara mandiri. Menurutnya, badan yudisial FIFA memiliki kewenangan penuh untuk memeriksa kasus, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta menjatuhkan putusan berdasarkan fakta dan regulasi yang berlaku.
“Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan independen Komite Disiplin FIFA terkait penangguhan Folarin Balogun. Badan yudisial FIFA bersifat independen dan mereka bekerja secara mandiri,” kata Infantino.
Ia tidak membantah adanya komunikasi dengan Trump. Namun, Infantino menyebut pembicaraan dengan kepala negara, pejabat pemerintahan, pemangku kepentingan sepak bola, hingga tokoh bisnis merupakan hal yang biasa dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Presiden FIFA.
Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Berdasarkan aturan, kartu merah biasanya berujung larangan bermain otomatis pada pertandingan berikutnya. Namun, FIFA kemudian menunda pelaksanaan sanksi itu sehingga Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 .
Keputusan tersebut memicu perdebatan karena muncul setelah Trump secara terbuka menyampaikan keberatannya atas kartu merah yang diterima Balogun. Sejumlah pihak pun mempertanyakan apakah ada pengaruh politik dalam proses penetapan keputusan FIFA.
Dalam pernyataan tertulisnya, Infantino menekankan bahwa Komite Disiplin FIFA bekerja secara mandiri. Menurutnya, badan yudisial FIFA memiliki kewenangan penuh untuk memeriksa kasus, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta menjatuhkan putusan berdasarkan fakta dan regulasi yang berlaku.
“Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan independen Komite Disiplin FIFA terkait penangguhan Folarin Balogun. Badan yudisial FIFA bersifat independen dan mereka bekerja secara mandiri,” kata Infantino.
Ia tidak membantah adanya komunikasi dengan Trump. Namun, Infantino menyebut pembicaraan dengan kepala negara, pejabat pemerintahan, pemangku kepentingan sepak bola, hingga tokoh bisnis merupakan hal yang biasa dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Presiden FIFA.
Lihat Juga :