Tangis Messi di Malam Penuh Keajaiban
Rabu, 08 Juli 2026 - 11:46 WIB
Pada masa injury time, Enzo Fernandez menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan yang memastikan kebangkitan luar biasa Argentina. Begitu pertandingan usai, sorotan kamera langsung mengarah kepada Messi.
Kapten berusia 39 tahun itu tampak tak kuasa menahan emosi. Air mata mengalir di wajahnya saat ia memeluk rekan-rekan setim yang baru saja menyelamatkan mimpi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Baca Juga: Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
"Membalikkan keadaan seperti itu, bangkit dari ketertinggalan 2-0, itu tidak mudah, terutama mengingat bagaimana Piala Dunia ini berlangsung dan fakta bahwa tidak ada yang menyerah begitu saja. Itu adalah momen kebahagiaan dan kelegaan murni; kami ingin tetap berada di turnamen ini. Kami tidak ingin hari ini menjadi akhir, kami tidak ingin pulang," tutur Messi dikutip dari Buenos Aires Times.
Momen tersebut terasa semakin emosional mengingat Messi sempat mengalami malam yang sulit. Pada babak pertama, ia gagal memanfaatkan hadiah penalti setelah tendangannya mampu ditepis kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Namun, megabintang membalas kegagalan itu dengan mencetak gol penting yang mengubah arah pertandingan dan membangkitkan semangat timnya. Kegagalan penalti Messi sempat memunculkan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi eksekutor berikutnya.
Kapten berusia 39 tahun itu tampak tak kuasa menahan emosi. Air mata mengalir di wajahnya saat ia memeluk rekan-rekan setim yang baru saja menyelamatkan mimpi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Baca Juga: Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
"Membalikkan keadaan seperti itu, bangkit dari ketertinggalan 2-0, itu tidak mudah, terutama mengingat bagaimana Piala Dunia ini berlangsung dan fakta bahwa tidak ada yang menyerah begitu saja. Itu adalah momen kebahagiaan dan kelegaan murni; kami ingin tetap berada di turnamen ini. Kami tidak ingin hari ini menjadi akhir, kami tidak ingin pulang," tutur Messi dikutip dari Buenos Aires Times.
Momen tersebut terasa semakin emosional mengingat Messi sempat mengalami malam yang sulit. Pada babak pertama, ia gagal memanfaatkan hadiah penalti setelah tendangannya mampu ditepis kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Namun, megabintang membalas kegagalan itu dengan mencetak gol penting yang mengubah arah pertandingan dan membangkitkan semangat timnya. Kegagalan penalti Messi sempat memunculkan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi eksekutor berikutnya.
Lihat Juga :