Ketika Messi Tuding Pertandingan Sudah Diatur, Kini Argentina Diterpa Tuduhan Serupa
Jum'at, 10 Juli 2026 - 14:47 WIB
Ketika Messi Tuding Pertandingan Sudah Diatur, Kini Argentina Diterpa Tuduhan Serupa
Lionel Messi pernah melontarkan tuduhan keras bahwa sebuah turnamen internasional telah “diatur” untuk menguntungkan satu tim. Pernyataan lama kapten Argentina itu kembali ramai dibicarakan di tengah kontroversi Piala Dunia 2026 , ketika FIFA mendapat sorotan setelah sejumlah keputusan dalam kemenangan Argentina atas Mesir diprotes keras.
Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar. Namun, kemenangan tersebut memicu tudingan dari kubu Mesir yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan VAR. Gol Mesir dianulir, sementara tuntutan penalti mereka dalam proses sebelum gol penentu Argentina tidak dikabulkan.
Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding ada kepentingan untuk menjaga Argentina dan Messi tetap berada di turnamen demi nilai pemasaran. Tuduhan tersebut belum disertai bukti dan telah dibantah FIFA. Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina menegaskan perangkat pertandingan bekerja secara independen serta tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun.
Di tengah isu tersebut, publik kembali mengingat pernyataan Messi setelah Argentina mengalahkan Chile dalam perebutan tempat ketiga Copa America 2019. Messi menerima kartu merah dalam pertandingan itu dan tampil sangat emosional saat berbicara kepada media setelah laga.
Ketika itu, Messi melancarkan kritik kepada CONMEBOL dan menilai sejumlah keputusan wasit dalam turnamen menguntungkan Brasil. Ia bahkan menyebut kompetisi tersebut telah diarahkan agar Brasil menjadi juara.
“Kami tidak perlu menjadi bagian dari korupsi ini,” kata Messi saat itu. “Mereka tidak menghormati kami sepanjang turnamen. Korupsi dan wasit tidak membiarkan orang menikmati sepak bola. Saya pikir turnamen ini sudah diatur untuk Brasil.”
Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar. Namun, kemenangan tersebut memicu tudingan dari kubu Mesir yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan VAR. Gol Mesir dianulir, sementara tuntutan penalti mereka dalam proses sebelum gol penentu Argentina tidak dikabulkan.
Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding ada kepentingan untuk menjaga Argentina dan Messi tetap berada di turnamen demi nilai pemasaran. Tuduhan tersebut belum disertai bukti dan telah dibantah FIFA. Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina menegaskan perangkat pertandingan bekerja secara independen serta tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun.
Di tengah isu tersebut, publik kembali mengingat pernyataan Messi setelah Argentina mengalahkan Chile dalam perebutan tempat ketiga Copa America 2019. Messi menerima kartu merah dalam pertandingan itu dan tampil sangat emosional saat berbicara kepada media setelah laga.
Ketika itu, Messi melancarkan kritik kepada CONMEBOL dan menilai sejumlah keputusan wasit dalam turnamen menguntungkan Brasil. Ia bahkan menyebut kompetisi tersebut telah diarahkan agar Brasil menjadi juara.
“Kami tidak perlu menjadi bagian dari korupsi ini,” kata Messi saat itu. “Mereka tidak menghormati kami sepanjang turnamen. Korupsi dan wasit tidak membiarkan orang menikmati sepak bola. Saya pikir turnamen ini sudah diatur untuk Brasil.”
Lihat Juga :