Statistik Ungkap Rahasia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
Rabu, 15 Juli 2026 - 17:07 WIB
La Furia Roja kembali memperlihatkan identitas permainan mereka. Serangan dibangun dengan sabar dari lini belakang melalui rangkaian umpan pendek, sebelum memanfaatkan celah di pertahanan lawan.
Gol kedua yang dicetak Pedro Porro setelah kombinasi apik dengan Dani Olmo menjadi bukti efektivitas pola permainan tersebut. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 64 persen dan menjadi tim dengan jumlah umpan terbanyak di sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: Inggris vs Argentina: Rival Lama Berebut Final
Meski penguasaan bola melawan Prancis berlangsung relatif seimbang, efektivitas permainan Spanyol jauh lebih tinggi, baik saat menyerang maupun ketika kehilangan bola. Kendati memiliki pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal, Spanyol tidak bergantung pada satu sosok.
Yamal memang menjadi ancaman dan memenangi penalti untuk gol pembuka, tetapi kekuatan utama tim justru terletak pada kontribusi merata dari seluruh pemain. Hal serupa juga terlihat di lini tengah.
Rodri kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia dengan memenangi 11 dari 15 duel melawan Prancis. Kedalaman skuad pun menjadi nilai tambah karena pemain seperti Martin Zubimendi, Pedri, Ferran Torres, hingga Mikel Merino mampu memberikan kualitas yang nyaris setara ketika dibutuhkan.
Gol kedua yang dicetak Pedro Porro setelah kombinasi apik dengan Dani Olmo menjadi bukti efektivitas pola permainan tersebut. Sepanjang Piala Dunia 2026, Spanyol mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 64 persen dan menjadi tim dengan jumlah umpan terbanyak di sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: Inggris vs Argentina: Rival Lama Berebut Final
Meski penguasaan bola melawan Prancis berlangsung relatif seimbang, efektivitas permainan Spanyol jauh lebih tinggi, baik saat menyerang maupun ketika kehilangan bola. Kendati memiliki pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal, Spanyol tidak bergantung pada satu sosok.
Yamal memang menjadi ancaman dan memenangi penalti untuk gol pembuka, tetapi kekuatan utama tim justru terletak pada kontribusi merata dari seluruh pemain. Hal serupa juga terlihat di lini tengah.
Rodri kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia dengan memenangi 11 dari 15 duel melawan Prancis. Kedalaman skuad pun menjadi nilai tambah karena pemain seperti Martin Zubimendi, Pedri, Ferran Torres, hingga Mikel Merino mampu memberikan kualitas yang nyaris setara ketika dibutuhkan.
Lihat Juga :