Tangis Mbappe dan Kutukan Semifinal yang Belum Berakhir
Rabu, 15 Juli 2026 - 11:03 WIB
Ketajamannya terus berlanjut di Piala Dunia 2026. Mbappe mencetak dua gol ke gawang Senegal, satu gol saat menghadapi Irak, dua gol ke gawang Swedia pada babak 32 besar, gol kemenangan atas Paraguay di babak 16 besar, hingga akhirnya mencetak gol pertamanya di babak perempat final saat menghadapi Maroko.
Namun, begitu memasuki semifinal, produktivitas luar biasa itu seolah menghilang. Ironi lainnya, justru final selama ini menjadi panggung yang paling bersahabat bagi Mbappe.
Sebelum edisi 2026, ia selalu tampil di partai puncak dan mencatatkan empat gol di final Piala Dunia, satu gol saat menghadapi Kroasia pada 2018 serta hat-trick bersejarah melawan Argentina pada final 2022.
Catatan tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa di final Piala Dunia, melampaui nama-nama legendaris seperti Geoff Hurst, Pele, Vavá, dan Zinedine Zidane yang sama-sama mengoleksi tiga gol.
Sayangnya, untuk pertama kalinya dalam kariernya, Mbappe tidak akan tampil di final Piala Dunia. Prancis harus mengubur mimpi merebut trofi setelah dihentikan Spanyol, sementara Mbappe kembali membawa pulang sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Bagaimana mungkin seorang penyerang yang begitu mematikan di hampir setiap fase turnamen justru selalu kehilangan sentuhannya di semifinal?
Itulah paradoks yang kini menjadi bagian dari perjalanan salah satu pencetak gol terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah catatan yang membuat semifinal menjadi satu-satunya panggung yang belum pernah benar-benar berhasil ia taklukkan.
Namun, begitu memasuki semifinal, produktivitas luar biasa itu seolah menghilang. Ironi lainnya, justru final selama ini menjadi panggung yang paling bersahabat bagi Mbappe.
Sebelum edisi 2026, ia selalu tampil di partai puncak dan mencatatkan empat gol di final Piala Dunia, satu gol saat menghadapi Kroasia pada 2018 serta hat-trick bersejarah melawan Argentina pada final 2022.
Catatan tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa di final Piala Dunia, melampaui nama-nama legendaris seperti Geoff Hurst, Pele, Vavá, dan Zinedine Zidane yang sama-sama mengoleksi tiga gol.
Sayangnya, untuk pertama kalinya dalam kariernya, Mbappe tidak akan tampil di final Piala Dunia. Prancis harus mengubur mimpi merebut trofi setelah dihentikan Spanyol, sementara Mbappe kembali membawa pulang sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Bagaimana mungkin seorang penyerang yang begitu mematikan di hampir setiap fase turnamen justru selalu kehilangan sentuhannya di semifinal?
Itulah paradoks yang kini menjadi bagian dari perjalanan salah satu pencetak gol terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Sebuah catatan yang membuat semifinal menjadi satu-satunya panggung yang belum pernah benar-benar berhasil ia taklukkan.
(yov)
Lihat Juga :