90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WIB
Baca Juga: Inggris vs Argentina: Rival Lama Berebut Final

Dalam sepak bola, para pemain terbesar hampir selalu dikenang bukan hanya karena aksi mereka di lapangan, tetapi juga trofi yang berhasil mereka angkat di panggung paling bergengsi. Dan tidak ada panggung yang lebih besar daripada Piala Dunia.

Sejarah telah berkali-kali menunjukkan bahwa gelar Piala Dunia mampu mengubah cara dunia memandang seorang pemain. Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, hingga Lionel Messi sudah memiliki karier klub yang luar biasa.

Namun, keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan warisan mereka. Trofi itu bukan sekadar gelar.

Baca Juga: Tangis Mbappe dan Kutukan Semifinal yang Belum Berakhir

Ia menjadi simbol bahwa seorang pemain mampu membawa negaranya mencapai puncak sepak bola dunia. Kini, kesempatan yang sama berada di depan Yamal.

Jika berhasil membawa Spanyol menjadi juara, namanya akan langsung disejajarkan dengan para pemain yang mampu mengubah sejarah negaranya di usia yang sangat muda. Bagi Spanyol sendiri, final ini memiliki makna yang tidak kalah besar.

La Furia Roja tengah memburu gelar Piala Dunia kedua setelah keberhasilan bersejarah pada 2010, ketika generasi emas yang dihuni Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan David Villa mengubah wajah sepak bola dunia lewat permainan tiki-taka yang mendominasi. Namun, ada perbedaan mencolok antara dua generasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!