Spanyol 2010 vs 2026: Dari Tiki-Taka Menuju Era Baru La Furia Roja

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:08 WIB
Di usia 19 tahun, Yamal telah menjadi simbol era baru La Furia Roja dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan melewati lawan yang luar biasa. Meski demikian, ada satu identitas yang tidak berubah: pertahanan yang kokoh.

Jika pada 2010 Spanyol hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen berkat duet Carles Puyol dan Gerard Pique di depan Iker Casillas, generasi 2026 tetap mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, pressing kolektif, serta kemampuan membangun serangan dari lini belakang. Perbedaan lain juga tampak dari komposisi skuad.

Tim juara dunia 2010 dipenuhi pemain yang telah mencapai puncak karier dan sarat pengalaman. Sebaliknya, Spanyol 2026 dihuni banyak pemain muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional dalam satu dekade ke depan.

Baca Juga: Tembus Final, Spanyol Auto Juara? Begini Rekor Mengilau Matador

Karena itu, final Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan trofi. Jika generasi 2010 dikenang sebagai pelopor tiki-taka yang mendominasi sepak bola dunia, maka generasi Yamal berpeluang membuka babak baru sepak bola Spanyol, perpaduan antara penguasaan bola, kecepatan, dan kreativitas yang siap membawa La Furia Roja kembali ke puncak dunia.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!