Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong

Jum'at, 17 Juli 2026 - 08:44 WIB
Di sisi lain, para suporter menjadi pihak yang paling terbebani. Harga tiket melonjak tajam akibat sistem dynamic pricing. Tiket final bahkan dijual resmi hingga USD32.970, sementara di pasar sekunder ada yang ditawarkan lebih dari USD2 juta. Belum lagi biaya transportasi, hotel, dan makanan yang ikut membengkak.

Penyiar dan sponsor juga menikmati cuan besar. Jeda hidrasi yang diterapkan FIFA membuka ruang iklan baru bernilai ratusan juta dolar. Di Amerika Serikat, slot iklan 30 detik saat Piala Dunia dihargai hingga USD750 ribu untuk laga-laga besar, menjadikan jeda hidrasi sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Mantan kapten Inggris David Beckham juga termasuk pemenang. Meski sudah lama pensiun, ikon sepak bola itu tetap menjadi wajah berbagai kampanye iklan selama turnamen. Nilai komersialnya terus meningkat, didukung kepemilikannya di Inter Miami yang kini menjadi salah satu klub paling bernilai di Major League Soccer.

Baca Juga: FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland

Sebaliknya, kota-kota tuan rumah dinilai tidak memperoleh manfaat ekonomi sebesar yang diperkirakan. Meski sektor pariwisata sempat bergairah, para ekonom menilai dampak jangka panjang terhadap perekonomian lokal relatif kecil karena sebagian besar infrastruktur sudah tersedia dan lapangan kerja yang tercipta didominasi pekerjaan bergaji rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!