10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:45 WIB
Tak lama setelah final berakhir, FIFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin akan menyelidiki berbagai insiden yang terjadi sepanjang pertandingan.

Selain kartu merah Enzo Fernandez dan aksi Leandro Paredes, FIFA juga memeriksa dugaan tindakan kekerasan lain yang terekam kamera.

Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, pemain yang terbukti melakukan tindakan seperti memukul, menendang, atau bentuk kekerasan lainnya dapat dijatuhi hukuman minimal tiga pertandingan.

8. Argentina Balik Badan Saat Spanyol Angkat Trofi



Kontroversi tidak berhenti di situ. Saat Spanyol merayakan keberhasilan mengangkat trofi juara dunia, sejumlah pemain Argentina memilih membelakangi podium atau tidak memberikan penghormatan kepada lawan.

Sikap tersebut menuai kritik dari banyak pengamat yang menilai Argentina gagal menunjukkan sportivitas sebagai runner-up.

Di tengah sorotan tersebut, Lionel Messi justru tampil berbeda. Kapten Argentina itu tetap menyalami para pemain Spanyol sebelum meninggalkan lapangan.

9. Skuad Argentina Hindari Wartawan



Kontroversi berikutnya terjadi di luar lapangan. Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa para pemain Argentina tidak hadir di mixed zone untuk memenuhi kewajiban wawancara setelah final, sebagaimana diatur dalam regulasi FIFA.

Mantan pemain timnas Amerika Serikat sekaligus analis Fox Sports, Alexi Lalas, mengkritik sikap tersebut hanya dengan satu kata, "Weak."

Sementara komentator Taylor Twellman menilai Argentina gagal menunjukkan citra positif setelah pertandingan. Hingga kini, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) belum memberikan penjelasan resmi mengenai laporan tersebut.

10. Dugaan Kericuhan di Tribun Keluarga Pemain



Kontroversi terakhir datang dari luar arena pertandingan. Media Kolombia Noticias Caracol, yang kemudian dikutip sejumlah media Inggris, melaporkan bahwa polisi Amerika Serikat sempat menangani keributan di area yang ditempati keluarga pemain Argentina.

Laporan tersebut menyebut ada sejumlah orang yang diamankan aparat. Namun hingga kini, otoritas Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah orang yang ditahan maupun dugaan pelanggaran yang terjadi.

Di sisi lain, AFA juga belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!