Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
Rabu, 22 Juli 2026 - 09:06 WIB
"Saya rasa mereka tidak perlu dijatuhi sanksi. Saya paham itu bukan contoh yang baik bagi para pemain muda, tetapi sepak bola juga memiliki sisi kerasnya. Mungkin keputusan yang paling masuk akal adalah mengusirnya saat pertandingan masih berlangsung. Pada akhirnya, itu semua bagian dari sepak bola," kata Gavi, seperti dikutip media Spanyol SER.
Sebelumnya sempat beredar laporan bahwa Paredes menerima kartu merah setelah bentrokan tersebut. Namun FIFA kemudian mengonfirmasi kabar itu tidak benar. Nama gelandang Boca Juniors tersebut bahkan tidak tercatat menerima kartu merah dalam laporan resmi pertandingan, meski penyelidikan disiplin terhadap insiden pascalaga tetap berlangsung.
Di tengah sorotan itu, Paredes akhirnya menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Namun, ia sama sekali tidak menyinggung kericuhan yang terjadi seusai laga. Ia hanya menyampaikan rasa bangga telah memperjuangkan Argentina hingga final.
"Hari ini saya menulis dengan hati yang berat karena gagal memberikan kebahagiaan yang sangat layak diterima negara kami. Namun dada saya penuh kebanggaan karena kami telah memberikan segalanya dan kembali membawa bendera Argentina berada di level tertinggi," tulis Paredes.
Kini, perhatian tertuju pada keputusan Komite Disiplin FIFA. Badan sepak bola dunia itu masih memeriksa seluruh laporan pertandingan dan rekaman video untuk menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada para pemain maupun ofisial Argentina yang terlibat dalam kericuhan seusai final.
Sebelumnya sempat beredar laporan bahwa Paredes menerima kartu merah setelah bentrokan tersebut. Namun FIFA kemudian mengonfirmasi kabar itu tidak benar. Nama gelandang Boca Juniors tersebut bahkan tidak tercatat menerima kartu merah dalam laporan resmi pertandingan, meski penyelidikan disiplin terhadap insiden pascalaga tetap berlangsung.
Di tengah sorotan itu, Paredes akhirnya menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Namun, ia sama sekali tidak menyinggung kericuhan yang terjadi seusai laga. Ia hanya menyampaikan rasa bangga telah memperjuangkan Argentina hingga final.
"Hari ini saya menulis dengan hati yang berat karena gagal memberikan kebahagiaan yang sangat layak diterima negara kami. Namun dada saya penuh kebanggaan karena kami telah memberikan segalanya dan kembali membawa bendera Argentina berada di level tertinggi," tulis Paredes.
Kini, perhatian tertuju pada keputusan Komite Disiplin FIFA. Badan sepak bola dunia itu masih memeriksa seluruh laporan pertandingan dan rekaman video untuk menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada para pemain maupun ofisial Argentina yang terlibat dalam kericuhan seusai final.
(sto)
Lihat Juga :