23 Juta Orang Teken Petisi Boikot Argentina di Piala Dunia, Presiden Milei Meradang
Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:21 WIB
Menanggapi derasnya kritik tersebut, Presiden Argentina Javier Milei melontarkan balasan melalui akun Instagram pribadinya. Politikus berhaluan kanan itu menilai gelombang kecaman terhadap negaranya muncul karena rasa iri.
"Masalah Argentina adalah kami terlalu menonjol. Kami tidak pernah luput dari perhatian, orang-orang iri kepada kami, dan kami hebat dalam hampir semua hal. Maaf, tapi seseorang harus mengatakannya," tulis Milei.
Dalam unggahan lain, Milei juga membagikan gambar dirinya mengenakan jersey Argentina hasil rekayasa AI di balik jas sambil menuliskan, "Hidup Argentina!" Ia juga menambahkan pesan lain, "Punya musuh? Itu berarti Anda pernah membela sesuatu. Kami membela Argentina."
Di tengah polemik tersebut, muncul pula petisi tandingan dari pendukung Argentina yang meminta FIFA menggelar ulang final Piala Dunia 2026. Petisi yang dibuat Gisela Sanchez itu menuduh wasit asal Slovakia, Slavko Vincic, lebih menguntungkan Spanyol. Hingga kini, petisi tersebut telah mengumpulkan hampir 100 ribu tanda tangan.
Meski demikian, Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, mengambil sikap berbeda. Ia mengakui Spanyol memang tampil lebih baik di partai puncak dan layak menjadi juara. Menurut Tapia, kekalahan harus diterima dengan lapang dada, sama seperti saat merayakan kemenangan, seraya mengapresiasi perjuangan tim yang kembali membawa kebanggaan bagi rakyat Argentina sepanjang turnamen.
"Masalah Argentina adalah kami terlalu menonjol. Kami tidak pernah luput dari perhatian, orang-orang iri kepada kami, dan kami hebat dalam hampir semua hal. Maaf, tapi seseorang harus mengatakannya," tulis Milei.
Dalam unggahan lain, Milei juga membagikan gambar dirinya mengenakan jersey Argentina hasil rekayasa AI di balik jas sambil menuliskan, "Hidup Argentina!" Ia juga menambahkan pesan lain, "Punya musuh? Itu berarti Anda pernah membela sesuatu. Kami membela Argentina."
Di tengah polemik tersebut, muncul pula petisi tandingan dari pendukung Argentina yang meminta FIFA menggelar ulang final Piala Dunia 2026. Petisi yang dibuat Gisela Sanchez itu menuduh wasit asal Slovakia, Slavko Vincic, lebih menguntungkan Spanyol. Hingga kini, petisi tersebut telah mengumpulkan hampir 100 ribu tanda tangan.
Meski demikian, Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, mengambil sikap berbeda. Ia mengakui Spanyol memang tampil lebih baik di partai puncak dan layak menjadi juara. Menurut Tapia, kekalahan harus diterima dengan lapang dada, sama seperti saat merayakan kemenangan, seraya mengapresiasi perjuangan tim yang kembali membawa kebanggaan bagi rakyat Argentina sepanjang turnamen.
(sto)
Lihat Juga :