Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:50 WIB
"Saat itu saya tidak menyadarinya. Saya sedang merayakan kemenangan dan berpelukan dengan rekan-rekan. Namun, bagaimanapun juga, itu tidak bisa ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh dibiarkan. Para pemain dengan kualitas seperti itu, yang sebelumnya saya puji dan tetap saya hormati karena mereka pemain hebat dengan pelatih luar biasa, saya yakin mereka juga merasa tidak enak melihat reaksi seperti itu," ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun tersebut juga memberikan apresiasi kepada skuad Spanyol yang dinilainya tetap tenang meski mendapat provokasi dari lawan. Menurutnya, para pemain La Roja menunjukkan profesionalisme hingga peluit akhir.
"Saya ingin menyoroti bagaimana perilaku para pemain kami menghadapi agresi dan provokasi semacam itu. Mereka selalu menjaga ketenangan dan bersikap layaknya seorang profesional sejati," lanjutnya.
Insiden seusai pertandingan kini menjadi perhatian FIFA. Badan sepak bola dunia itu telah menunjuk penyelidik dari Komite Disiplin dan Etik untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi setelah laga final. Selain aksi Paredes, Nahuel Molina juga terekam mencoba menjatuhkan kapten Spanyol Rodri saat selebrasi, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala telah meminta maaf setelah tertangkap kamera berusaha memukul Dani Olmo. FIFA menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan setelah laporan resmi selesai disusun.
Kontroversi tersebut semakin memperpanjang sorotan terhadap perilaku Argentina setelah final Piala Dunia 2026. Sebelumnya, gelandang Spanyol Dani Olmo juga menyayangkan sikap lawannya dengan mengatakan bahwa para pesepak bola seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda.
Pelatih berusia 65 tahun tersebut juga memberikan apresiasi kepada skuad Spanyol yang dinilainya tetap tenang meski mendapat provokasi dari lawan. Menurutnya, para pemain La Roja menunjukkan profesionalisme hingga peluit akhir.
"Saya ingin menyoroti bagaimana perilaku para pemain kami menghadapi agresi dan provokasi semacam itu. Mereka selalu menjaga ketenangan dan bersikap layaknya seorang profesional sejati," lanjutnya.
Insiden seusai pertandingan kini menjadi perhatian FIFA. Badan sepak bola dunia itu telah menunjuk penyelidik dari Komite Disiplin dan Etik untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi setelah laga final. Selain aksi Paredes, Nahuel Molina juga terekam mencoba menjatuhkan kapten Spanyol Rodri saat selebrasi, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala telah meminta maaf setelah tertangkap kamera berusaha memukul Dani Olmo. FIFA menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan setelah laporan resmi selesai disusun.
Kontroversi tersebut semakin memperpanjang sorotan terhadap perilaku Argentina setelah final Piala Dunia 2026. Sebelumnya, gelandang Spanyol Dani Olmo juga menyayangkan sikap lawannya dengan mengatakan bahwa para pesepak bola seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda.
(sto)
Lihat Juga :