Ajang Fitness Racing Dunia Bakal Digelar di Indonesia, Perebutkan Tiket ke Final Internasional Bangkok
Senin, 27 Juli 2026 - 12:40 WIB
Kategori putra diwajibkan menyelesaikan 40 push-up, 40 sit-up, dan 40 squat. Sementara kategori putri harus menuntaskan 30 push-up, 30 sit-up, dan 30 squat sebelum berlari menuju garis finis.
Meski terlihat sederhana, perlombaan ini menuntut kemampuan mengatur ritme, tenaga, dan strategi sepanjang lomba. Setiap perpindahan menuju pos berikutnya menjadi penentu karena setiap detik akan memengaruhi catatan waktu akhir peserta.
Selain menjadi arena kompetisi, Kratingdaeng Red Bull Power Race juga dirancang sebagai tontonan yang menarik bagi masyarakat. Format yang ringkas membuat penonton dapat mengikuti jalannya perlombaan dari awal hingga akhir dengan lebih mudah.
Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, mengatakan olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus mendorong seseorang melampaui batas kemampuannya. Ia menilai Power Race dirancang agar mudah dipahami, menarik disaksikan, sekaligus dapat diikuti oleh siapa saja.
"Di Red Bull, kami percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, menginspirasi ambisi, dan menciptakan kesempatan bagi setiap orang untuk menantang diri mereka sendiri. Melalui Red Bull Power Race, kami ingin menciptakan sebuah kompetisi yang mudah dipahami, menarik untuk disaksikan, dan dapat diikuti oleh masyarakat luas. Format ini memberikan penghargaan bukan hanya kepada kebugaran fisik, tetapi juga kepada tekad, ketenangan, dan kemauan untuk mendorong diri melampaui batas ketika hal itu paling dibutuhkan," kata Supasita dikutip dari keterangan resminya, Senin (27/7/2026).
"Kami sangat antusias meluncurkan Red Bull Power Race di seluruh Asia Tenggara dan mempertemukan para atlet, komunitas, serta para pendukung melalui sebuah kompetisi baru yang dimulai dari partisipasi di tingkat lokal hingga mencapai babak final internasional. Kami berharap kompetisi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berpartisipasi, menguji kemampuan diri, dan menemukan potensi yang mereka miliki," sambungnya.
Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Ritonga, menilai pertumbuhan komunitas functional fitness di Indonesia menjadi momentum tepat untuk menghadirkan kompetisi tersebut. Menurutnya, kesederhanaan format justru menjadi tantangan karena peserta dituntut memiliki fokus, strategi, dan daya juang yang tinggi.
Meski terlihat sederhana, perlombaan ini menuntut kemampuan mengatur ritme, tenaga, dan strategi sepanjang lomba. Setiap perpindahan menuju pos berikutnya menjadi penentu karena setiap detik akan memengaruhi catatan waktu akhir peserta.
Selain menjadi arena kompetisi, Kratingdaeng Red Bull Power Race juga dirancang sebagai tontonan yang menarik bagi masyarakat. Format yang ringkas membuat penonton dapat mengikuti jalannya perlombaan dari awal hingga akhir dengan lebih mudah.
Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, mengatakan olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus mendorong seseorang melampaui batas kemampuannya. Ia menilai Power Race dirancang agar mudah dipahami, menarik disaksikan, sekaligus dapat diikuti oleh siapa saja.
"Di Red Bull, kami percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, menginspirasi ambisi, dan menciptakan kesempatan bagi setiap orang untuk menantang diri mereka sendiri. Melalui Red Bull Power Race, kami ingin menciptakan sebuah kompetisi yang mudah dipahami, menarik untuk disaksikan, dan dapat diikuti oleh masyarakat luas. Format ini memberikan penghargaan bukan hanya kepada kebugaran fisik, tetapi juga kepada tekad, ketenangan, dan kemauan untuk mendorong diri melampaui batas ketika hal itu paling dibutuhkan," kata Supasita dikutip dari keterangan resminya, Senin (27/7/2026).
"Kami sangat antusias meluncurkan Red Bull Power Race di seluruh Asia Tenggara dan mempertemukan para atlet, komunitas, serta para pendukung melalui sebuah kompetisi baru yang dimulai dari partisipasi di tingkat lokal hingga mencapai babak final internasional. Kami berharap kompetisi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berpartisipasi, menguji kemampuan diri, dan menemukan potensi yang mereka miliki," sambungnya.
Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Ritonga, menilai pertumbuhan komunitas functional fitness di Indonesia menjadi momentum tepat untuk menghadirkan kompetisi tersebut. Menurutnya, kesederhanaan format justru menjadi tantangan karena peserta dituntut memiliki fokus, strategi, dan daya juang yang tinggi.
Lihat Juga :