Dinilai Lecehkan Pedoman Pencegahan Covid-19, Salomon Kalou Diskors
Selasa, 05 Mei 2020 - 10:05 WIB
"Dengan video ini diambil di dalam ruang ganti tim, Kalou melanggar aturan internal yang jelas dan menampilkan perilaku yang tidak sesuai untuk situasi saat ini atau tidak mencerminkan kode etik Hertha BSC."
"Karena itu klub telah membuat keputusan untuk menangguhkan pemain tersebut dalam pelatihan dan pertandingan dengan efek langsung. Diskusi tentang pengabaian sebagian gaji pemain profesional Hertha BSC disebabkan oleh perhitungan yang salah. Ini telah diperbaiki."
Sementara pemain Pantai Gading itu meminta maaf atas perilakunya yang oleh Liga Sepak Bola Jerman digambarkan di Twitter sebagai 'benar-benar tidak dapat diterima'. Bahkan menurut beberapa media dapat menghambat harapan Bundesliga untuk menggulirkan kembali kompetisi setelah wabah virus corona.
"Saya minta maaf jika saya memberi kesan tidak menganggap wabah virus corona dengan serius. Saya ingin meminta maaf untuk ini," kata mantan pemain depan Chelsea, Lille, dan Feyenoord tersebut. "Kenyataannya justru sebaliknya, karena saya benar-benar khawatir tentang orang-orang Afrika, karena sistem kesehatan di sana tidak sebagus di Jerman."
Kalou, yang tampil sebanyak 90 kali untuk Pantai Gading, juga meminta maaf kepada mereka yang muncul dalam video, yang tidak tahu bahwa dia memposting videonya di media sosial meski sudah dihapus. "Saya juga ingin meminta maaf kepada semua orang yang muncul dalam video, yang tidak tahu bahwa saya menyiarkan langsung dan semua tidak ingin terbawa dalam situasi ini."
"Karena itu klub telah membuat keputusan untuk menangguhkan pemain tersebut dalam pelatihan dan pertandingan dengan efek langsung. Diskusi tentang pengabaian sebagian gaji pemain profesional Hertha BSC disebabkan oleh perhitungan yang salah. Ini telah diperbaiki."
Sementara pemain Pantai Gading itu meminta maaf atas perilakunya yang oleh Liga Sepak Bola Jerman digambarkan di Twitter sebagai 'benar-benar tidak dapat diterima'. Bahkan menurut beberapa media dapat menghambat harapan Bundesliga untuk menggulirkan kembali kompetisi setelah wabah virus corona.
"Saya minta maaf jika saya memberi kesan tidak menganggap wabah virus corona dengan serius. Saya ingin meminta maaf untuk ini," kata mantan pemain depan Chelsea, Lille, dan Feyenoord tersebut. "Kenyataannya justru sebaliknya, karena saya benar-benar khawatir tentang orang-orang Afrika, karena sistem kesehatan di sana tidak sebagus di Jerman."
Kalou, yang tampil sebanyak 90 kali untuk Pantai Gading, juga meminta maaf kepada mereka yang muncul dalam video, yang tidak tahu bahwa dia memposting videonya di media sosial meski sudah dihapus. "Saya juga ingin meminta maaf kepada semua orang yang muncul dalam video, yang tidak tahu bahwa saya menyiarkan langsung dan semua tidak ingin terbawa dalam situasi ini."
Lihat Juga :