Carlo Ancelotti Waspadai Pengganggu Big Four

Jum'at, 25 September 2020 - 11:35 WIB
Kemenangan di babak ketiga Piala Liga memperpanjang catatan impresif Everton yang belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, dua antaranya di Liga Primer. The Toffees kini bertengger di urutan kedua klasemen sementara Liga Primer dengan enam poin. (Baca juga: Zulkifli Hasan Tunjuk Pasha Ungu Jadi Ketua DPP PAN)

Meski masih terlalu dini, potensi Everton memanaskan persaingan big four musim ini sangat terbuka. Kehadiran Ancelotti sejak 21 Desember 2019 menjadi faktor penting kebangkitan klub. Membawa Everton finis di urutan ke-12 klasemen akhir Liga Primer musim lalu, Ancelotti memasang target lebih tinggi musim ini, yakni lolos ke Eropa.

Keberanian yang tidak pernah dimiliki pelatih-pelatih Everton seperti Roberto Martinez (2013), Ronald Koeman (2016), atau Marco Silva (2018). Ketiganya hanya mencari perlindungan di balik rencana jangka panjang. “Saya ingin mengundang tekanan pada diri sendiri dan skuad. Ini sangat normal. Saya ingin lebih bertanggung jawab. Targetnya jelas, kami harus berjuang untuk posisi Eropa di Liga Primer,” tandas Ancelotti.

Dengan segudang pengalamannya menangani klub-klub top dan meraih berbagai gelar bergengsi bersama Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Bayern Muenchen, Ancelotti memang telah mengubah mentalitas secara radikal di tempat latihan klub. Dia ingin menuntun skuadnya untuk naik ke level yang lebih tinggi.

Seruan segera meningkatkan kinerja jelas memengaruhi klub beralih dari merekrut pemain muda untuk jangka panjang, seperti yang terjadi dengan Moise Kean musim panas lalu, alih-alih menghabiskan banyak uang untuk profesional yang lebih tua. (Baca juga: Mobil Nasional Vietnam Bertingkah Lagi)

Ancelotti mempresentasikan kasus yang menarik untuk apa yang diharapkan menjadi perubahan kebijakan risiko. Dari skuad, rata-rata usia starting line-up-nya telah meningkat menjadi 26. Perekrutan James Rodriguez dan Allan Marques yang berusia 29 tahun menawarkan pengalaman dan kualitas.

Total, harga keduanya hanya 41,7 juta poundsterling, jauh dari gelontoran 500 juta poundsterling yang dilakukan pemilik klub Farhad Moshiri sejak 2016. Itu adalah pertaruhan bagi Ancelotti menetapkan standar yang sangat tinggi pada musim penuh pertamanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!