UEFA: Kembalinya Sepak Bola Jadi Simbol Kemenangan Atas Corona
Rabu, 06 Mei 2020 - 09:35 WIB
Eredivisie memilih meniadakan juara dan degradasi dengan menambah dua tim promosi. Ligue 1 menggunakan jalur berbeda setelah menetapkan Paris Saint-Germain sebagai juara dan dua tim yang harus turun ke kasta kedua. Namun, langkah ini sedang digugat beberapa anggota Ligue 1.
"Kemanusiaan akan mengalahkan Covid-19. Kami telah melihat betapa sensitif dan rapuhnya dunia kita jika situasi seperti ini berhasil membuat seluruh dunia tidak stabil. Dengan semua persyaratan medis dipenuhi dan tanpa penonton, pertandingan bisa segera kembali,” ujarnya.
Persoalannya, kalkulasi tidak semudah itu. Semua negara memiliki regulasi berbeda terkait cara mereka menghadapi pandemi korona. Beberapa negara juga masih melakukan simulasi terkait untung-rugi jika mengizinkan event besar digelar.
“Sepak bola lama akan kembali. Kami ingin melihat sepak bola kembali ke lapangan sesegera mungkin. Tapi, di atas semua itu tergantung pada keputusan otoritas negara. Bukan olahraga yang memutuskan, tapi politik," tandasnya.
Kendali penuh terkait kelanjutan masa depan sepak bola memang berada di tangan pemerintah yang notabene dikuasai para politikus. Seperti di Italia, sempat memperlihatkan tanda bangkit, kini masa depan Seri A kembali menjadi tidak pasti. Semua dipicu pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Italia Vincenzo Spadafora.
Spadafora sempat melemparkan keraguan bahwa pelatihan tim tidak akan dilakukan sebelum 18 Mei. Kemarin, dia memberikan klarifikasi kembali di media sosialnya. "Sekarang, kami sedang mengerjakan protokol pelatihan untuk olahraga tim dan pedoman pembukaan kembali fasilitas di mana olahraga akar rumput dipraktikkan," tulisnya.
"Kemanusiaan akan mengalahkan Covid-19. Kami telah melihat betapa sensitif dan rapuhnya dunia kita jika situasi seperti ini berhasil membuat seluruh dunia tidak stabil. Dengan semua persyaratan medis dipenuhi dan tanpa penonton, pertandingan bisa segera kembali,” ujarnya.
Persoalannya, kalkulasi tidak semudah itu. Semua negara memiliki regulasi berbeda terkait cara mereka menghadapi pandemi korona. Beberapa negara juga masih melakukan simulasi terkait untung-rugi jika mengizinkan event besar digelar.
“Sepak bola lama akan kembali. Kami ingin melihat sepak bola kembali ke lapangan sesegera mungkin. Tapi, di atas semua itu tergantung pada keputusan otoritas negara. Bukan olahraga yang memutuskan, tapi politik," tandasnya.
Kendali penuh terkait kelanjutan masa depan sepak bola memang berada di tangan pemerintah yang notabene dikuasai para politikus. Seperti di Italia, sempat memperlihatkan tanda bangkit, kini masa depan Seri A kembali menjadi tidak pasti. Semua dipicu pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Italia Vincenzo Spadafora.
Spadafora sempat melemparkan keraguan bahwa pelatihan tim tidak akan dilakukan sebelum 18 Mei. Kemarin, dia memberikan klarifikasi kembali di media sosialnya. "Sekarang, kami sedang mengerjakan protokol pelatihan untuk olahraga tim dan pedoman pembukaan kembali fasilitas di mana olahraga akar rumput dipraktikkan," tulisnya.
Lihat Juga :