Peneguk Untung Opera Transfer

Kamis, 08 Oktober 2020 - 11:35 WIB
Contohnya adalah saat pria berusia 54 tahun tersebut mengirim Ruben Dias dari Benfica ke Man City seharga USD80 juta. Menggeser Dias ke Man City, dia kemudian memasukkan pemain lain ke Benfica yang juga kliennya.

Atau, bagaimana dia mengatur transfer di Wolverhampton Wanderers. Dia mengatur agar Wolverhampton (Wolves) menjual bek Irlandia Matt Doherty ke Tottenham Hotspur (USD20 juta) dan penyerang Portugal Diogo Jota ke Liverpool (USD53 juta).

Sebagai ganti, Mendes menggantinya dengan Nelson Semedo, pemain di bawah agensinya. Sementara penjualan Jota dipakai merekrut dua pemain dari Porto, yang lagi-lagi adalah “miliknya. “Sepertinya dia tidak tersentuh krisis. Kami dapat mengatakan jaringan kekuatan ekonomi Jorge Mendes melawan virus korona. Seolah-olah dia memiliki vaksin," kata penulis buku The Rise Of Mendes Pippo Russo, dilansir nytimes.com.

Sebagai konsultan, Mendes bekerja dengan klub yang mengalami kesulitan keuangan untuk menyeimbangkan pembukuan mereka dan dengan beberapa perusahaan kaya yang melihat peluang di tengah ketidakpastian keuangan. (Baca juga: Berpikir Positif Enyahkan Covid-19)

Dominasi Mendes membuat agensi pemain Portugal secara terbuka mengeluh. Pada 2018, Presiden Benfica Luis Filipe Vieira menggambarkan peran Mendes yang mirip dengan layanan taksi, membawa aset terbaik klub ke satu arah dan membawa jutaan dolar AS ke arah lain.

Itu artinya, apa pun yang diterapkan oleh FIFA, untuk mencoba mengekang ekses pasar transfer, operator paling cerdik seperti Mendes selalu mampu menghasilkan keuntungan setinggi langit. Mendes juga piawai dalam mengelola permasalahan para kliennya, salah satunya Cristiano Ronaldo (CR7) yang dituduh melakukan penggelapan pajak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!