Keganasan Alam Melahirkan Juara Dunia Baru Sepeda Gunung
Selasa, 13 Oktober 2020 - 00:28 WIB
Reece Wilson, juara dunia baru downhill. FOTO: redbull.com
JAKARTA - Kejuaraan dunia sepeda gunung 2020 yang berlangsung di Leogang, Austria, hari Minggu (11/10) lalu melahirkan juara-juara dunia baru. Di nomer paling bergengsi cross country putra dan downhill putra, hujan yang turun sejak sehari sebelum lomba dimulai membuat para juara bertahan tidak berkutik.
Di nomor cross country, pembalap Swiss Nino Schurter yang mengincar gelar juara dunia kedelapannya berturut-turut harus pulang dengan tangan hampa. Titel juara dunianya pun direbut oleh pembalap Prancis, Jordan Sarrou. Demikian halnya di nomer downhill, juara dunia tiga kali Loic Bruni dari Prancis harus menyerahkan mahkotanya ke pembalap Inggris, Reece Wilson.
Sedangkan di sektor putri, pembalap Prancis Pauline Ferrand Pre’vot berhasil mempertahankan titelnya sebagai juara dunia nomer cross country. Dan di nomor downhill, rider Camille Balanche muncul sebagai atlet Swiss pertama yang merebut medali emas. Ia menaklukkan juara bertahan Myriam Nicole dari Prancis yang harus puas berdiri di podium kedua.
Hujan deras sepanjang malam sebelum bendera start dikibaskan sempat memaksa panitia untuk menimbang membatalkan lomba. Bukan apa-apa, medan yang harus dilalui pembalap memang menjadi sangat licin dan berlumpur. Sangat berisiko bagi para patisipan. Tak heran jika latihan bebas sehari sebelum balapan menelan sejumlah korban. Satu diantaranya downhiller wanita dari Swiss Vali Holl yang mengalami cedera dua ligamen dan ankle-nya terkilir. Seorang pembalap putra juga mengalami patah jari tangan, namun ia memutuskan tetap bertarung. Tak salah jika para peserta menabalkan ajang kali ini sebagai kejuaraan dunia sepeda gunung terberat.
Di nomor cross country, pembalap Swiss Nino Schurter yang mengincar gelar juara dunia kedelapannya berturut-turut harus pulang dengan tangan hampa. Titel juara dunianya pun direbut oleh pembalap Prancis, Jordan Sarrou. Demikian halnya di nomer downhill, juara dunia tiga kali Loic Bruni dari Prancis harus menyerahkan mahkotanya ke pembalap Inggris, Reece Wilson.
Sedangkan di sektor putri, pembalap Prancis Pauline Ferrand Pre’vot berhasil mempertahankan titelnya sebagai juara dunia nomer cross country. Dan di nomor downhill, rider Camille Balanche muncul sebagai atlet Swiss pertama yang merebut medali emas. Ia menaklukkan juara bertahan Myriam Nicole dari Prancis yang harus puas berdiri di podium kedua.
Hujan deras sepanjang malam sebelum bendera start dikibaskan sempat memaksa panitia untuk menimbang membatalkan lomba. Bukan apa-apa, medan yang harus dilalui pembalap memang menjadi sangat licin dan berlumpur. Sangat berisiko bagi para patisipan. Tak heran jika latihan bebas sehari sebelum balapan menelan sejumlah korban. Satu diantaranya downhiller wanita dari Swiss Vali Holl yang mengalami cedera dua ligamen dan ankle-nya terkilir. Seorang pembalap putra juga mengalami patah jari tangan, namun ia memutuskan tetap bertarung. Tak salah jika para peserta menabalkan ajang kali ini sebagai kejuaraan dunia sepeda gunung terberat.
Lihat Juga :