Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 15:35 WIB
Keputusan Grosjean meninggalkan timnya ini membuatnya semakin sulit untuk bisa kembali mengikuti balapan F1 tahun depan. Sebab tinggal beberapa tim yang masih menyediakan kursi kosong untuk pembalapnya pada tahun depan. Namun dia dipastikan bakal bersaing dengan Sergio Perez yang juga terdepak dari Racing Point pada akhir musim ini.

Jika tidak mendapatkan tim baru musim depan, Grosjean tampaknya tidak akan terlalu kecewa. Sebab dia akan memilih beristirahat dan melihat perkembangan proyek hypercar baru dari Peugeot yang diharapkan bisa berpartisipasi di F1 pada musim 2022. “Kami akan menghubunginya suatu saat karena ini adalah proyek yang sangat saya minati untuk masa depan,” kata Grosjean.

Kepergian Grosjean terjadi di tengah indikasi yang berkembang bahwa Haas akan menggunakan formasi pembalap pemula (all-rookie) untuk musim depan. Apalagi tandemnya dari Denmark Kevin Magnussen juga tidak akan dipertahankan. Hal itu dikabarkan langsung oleh kepala tim Haas, Gunther Steiner. (Lihat videonya: Pemerintah Berencana Menyiapkan Materi Khutbah Jumat)

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Romain (Grosjean) dan Kevin (Magnussen) atas kerja keras dan komitmen mereka kepada Haas F1 Team selama beberapa musim terakhir. Kami memiliki banyak kenangan indah. Kedua pembalap memainkan peran penting dalam kesuksesan itu. Tentu saja masih banyak balapan tersisa di musim 2020,” ungkapnya.

Saat ini pembalap F2 Nikita Mazepin menjadi salah satu favorit yang bakal mengisi kursi tim Haas. Selain itu pemimpin kejuaraan F1 yang juga anak kandung legenda F1 Schumacher, Mick Schumacher, dikabarkan menjadi favorit terbesar untuk menempati kursi kedua tersebut. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!