Kompetisi Liga 1 Mati Suri, Kiper Persib Jadi Guru Dadakan

Selasa, 27 Oktober 2020 - 20:01 WIB
Kiper bernomor punggung 78 ini mengaku kesulitan mengajak anaknya belajar. Sebab, anaknya mudah bosan. (Baca juga: Tim Tajir Ini Akui Rugi Besar Akibat Penundaan Liga 1 )

"Ngatur anak itu lebih susah. Kadang dia malas saat kita minta kerjain ini atau itu. Di rumah saya harus merayu supaya mau. Karena kan bosan juga mungkin hanya di rumah, rindu teman-temannya. Kalau di sekolah dia lebih segan kepada gurunya dibanding kepada kita," tuturnya

Namun, dinamika tersebut tetap dinikmatinya. Hal itu menjadi kegiatan positif yang dilakukan saat belum adanya kejelasan kompetisi. Apalagi, latihan PERSIB juga hanya berlangsung tiga hari dalam sepekan.

"Lebih pada memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif. Selain itu paling nambah latihan mandiri di rumah atau ke tempat kebugaran," imbuhnya.
(mirz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!