Solskjaer Seperti Menanti Hari Penghakiman

Jum'at, 06 November 2020 - 11:29 WIB
Rentetan kekalahan membuat posisi Solskjaer semakin terjepit. Petinggi MU dikabarkan mulai mendiskusikan kinerja The Red Devils yang semakin merosot, terutama di Liga Primer di mana mereka tercecer di peringkat ke-15 klasemen sementara. (Baca juga: Mendikbud Sosialisasikan Perubahan Skema Dana Bos)

Masa depan Solskjaer kian tidak jelas karena tuntutan fans yang ramai-ramai menyuruhnya mundur di media sosial. Beberapa nama seperti Mauricio Pochettino dan Massimiliano Allegri digadang-gadang menjadi penggantinya.

Tidak berlebihan mengingat prestasi Solskjaer di MU terbilang tidak terlalu bagus. Musim lalu dia membawa timnya finis di urutan ketiga Liga Primer dan kembali ke Liga Champions. Tapi Solskjaer hanya mampu membawa MU sampai pada dua semifinal, yakni Piala FA dan Liga Europa.

Dari segi prestasi, Solskjaer juga masih kalah dari dua pendahulunya, Louis van Gaal yang mempersembahkan trofi Piala FA (2015/2016) dan Jose Mourinho yang meraih Piala Liga (2016/2017), Community Shield (2016), dan Liga Europa (2016/2017). Nyatanya mereka tetap dipecat, masing-masing pada 2016 dan 2018.

Meski demikian Solskjaer enggan menanggapi isu pemecatannya. Dia lebih tertarik membahas kinerja MU yang diakuinya memang bermain buruk dan sulit mengimbangi Basakhsehir.

“Kami tidak cukup baik. Lawan menekan kami dan mencetak dua gol. Itu akan terjadi di kompetisi Eropa jika Anda tidak bertahan dengan baik. Tentu saja kami memilih tim untuk memenangi pertandingan. Kami berharap cukup banyak membuat peluang, tetapi kami tidak melakukannya. Ketika kalah, Anda dapat berpikir sendiri bagaimana perasaan kami setelah kalah. Itu bukanlah sesuatu yang ingin kami alami,” ungkap Solskjaer seperti dilansir manutd.com. (Baca juga: Deteksi Dini Penting untuk Antisipasi Diabetes)

Solskjaer menyadari kini MU harus bekerja keras agar bisa lolos ke fase knockout Liga Champions. Mereka wajib meraih hasil bagus saat menjamu Basakhsehir di Old Trafford, 25 November mendatang.

Pelatih berusia 47 tahun tersebut juga dituntut untuk mengembalikan Setan Merah ke jalur kemenangan di Liga Primer. Solskjaer mesti menjadikan pertandingan melawan Everton di Goodison Park, Sabtu (7/11), sebagai momentum kebangkitan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!