Gagal di Paris Masters, Nadal Tatap ATP Finals
Senin, 09 November 2020 - 13:35 WIB
Buktinya, Nadal hanya baru sekali mencapai final di Paris Masters. Itu pun sudah terjadi pada 2007 lalu. Kondisi ini pun memunculkan banyak pertanyaan, apakah turnamen itu sudah mengutuk Nadal? Ini memang pandangan yang tidak biasa. Namun, petenis berusia 34 tahun itu menanggapinya dengan santai dan menolak dikaitkan dengan sesuatu yang mistis.
“Menurut saya, Paris Masters tidak memiliki kutukan sama sekali. Bagi saya, hal yang paling normal di dunia adalah tidak pernah memenangi Masters 1000 dan kalah dari petenis hebat seperti Zverev. Ini adalah turnamen pertama saya di permukaan ini. Saya tidak akan pernah berbicara tentang turnamen yang dikaitkan dengan sesuatu yang aneh,” ucap Nadal. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah tak tahu Penyederhanaan Kurikulum)
Menurut Nadal, turnamen ini sudah memberikannya banyak hal positif dalam permainannya. Petenis unggulan pertama itu memenangi dua laga tiga set – melawan rekan senegaranya, Feliciano Lopez dan Pablo Carreno Busta – dalam perjalanan menuju semifinal di Paris Masters musim ini, sebelumnya kalah dari Zverev di semifinal.
Baginya, ini bukan turnamen yang buruk dalam kariernya. Sebab, dia sudah menghabiskan beberapa jam di atas lapangan dengan permainan terbaiknya. Namun, dia tentu sangat ingin memenangi turnamen itu. Tapi, itu merupakan hal yang paling sulit di lapangan keras, yang bukan favoritnya.
“Saya cukup kompetitif, bertahan sampai akhir untuk melawan petenis yang bermain dengan luar biasa di lapangan, di mana dia mencetak banyak kemenangan. Turnamen ini telah menjadi turnamen yang positif bagi saya. Tentu saya tidak senang dengan kekalahan, tetapi itu bagian dari olahraga ini,” lanjut Nadal.
“Menurut saya, Paris Masters tidak memiliki kutukan sama sekali. Bagi saya, hal yang paling normal di dunia adalah tidak pernah memenangi Masters 1000 dan kalah dari petenis hebat seperti Zverev. Ini adalah turnamen pertama saya di permukaan ini. Saya tidak akan pernah berbicara tentang turnamen yang dikaitkan dengan sesuatu yang aneh,” ucap Nadal. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah tak tahu Penyederhanaan Kurikulum)
Menurut Nadal, turnamen ini sudah memberikannya banyak hal positif dalam permainannya. Petenis unggulan pertama itu memenangi dua laga tiga set – melawan rekan senegaranya, Feliciano Lopez dan Pablo Carreno Busta – dalam perjalanan menuju semifinal di Paris Masters musim ini, sebelumnya kalah dari Zverev di semifinal.
Baginya, ini bukan turnamen yang buruk dalam kariernya. Sebab, dia sudah menghabiskan beberapa jam di atas lapangan dengan permainan terbaiknya. Namun, dia tentu sangat ingin memenangi turnamen itu. Tapi, itu merupakan hal yang paling sulit di lapangan keras, yang bukan favoritnya.
“Saya cukup kompetitif, bertahan sampai akhir untuk melawan petenis yang bermain dengan luar biasa di lapangan, di mana dia mencetak banyak kemenangan. Turnamen ini telah menjadi turnamen yang positif bagi saya. Tentu saya tidak senang dengan kekalahan, tetapi itu bagian dari olahraga ini,” lanjut Nadal.
Lihat Juga :