Terkait Covid-19 dan Korupsi, GP Vietnam 2021 Terancam Dicoret
Rabu, 11 November 2020 - 12:34 WIB
"Kalender kami akan diumumkan besok (Rabu) dan kami tidak akan memberikan komentar sebelum dipublikasikan," kata juru bicara F1 dilansir reuters. "Kami juga harus pergi ke Dewan Olahraga Motor Dunia untuk mendapatkan persetujuan," lanjutnya.
Pemerintah Vietnam mengatakan pada pihak F1 bahwa prioritas negara Asia Tenggara itu adalah pemilihan umum, pengentasan pandemi Covid-19 dan pemulihan dari badai Molave yang membuat 1,3 juta masyarakat mengungsi. Negosiasi dilakukan agar GP Vietnam digeser pada 2022 tapi situasinya diyakini bakal berujung pembatalan.
Hingga saat ini ada lima sirkuit lain yang diperkirakan akan bersaing menggantikan balapan di Hanoi, yaitu Istanbul Park (Turki), Imola (San Marino), Algarve (Portugal), Sepang (Malaysia), atau salah satu Sirkuit di Jerman. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Sementara itu. Bos Mercedes Toto Wolff berharap F1 bisa belajar dari musim 2020, ketika beberapa sirkuit legenda terpaksa turun tangan di tengah krisis virus korona. Namun, kehadirannya itu cuma sebagai alternatif agar olahraga balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut tetap berjalan.
"Saya tidak setuju, peristiwa ini cenderung membuat sirkuit seperti terlihat tempat parkir supermarket besar, menunggu antrian," ucap Wolff. "Kami membutuhkan sirkuit di mana setiap ada kesalahan benar-benar dihukum," lanjutnya.
Pemerintah Vietnam mengatakan pada pihak F1 bahwa prioritas negara Asia Tenggara itu adalah pemilihan umum, pengentasan pandemi Covid-19 dan pemulihan dari badai Molave yang membuat 1,3 juta masyarakat mengungsi. Negosiasi dilakukan agar GP Vietnam digeser pada 2022 tapi situasinya diyakini bakal berujung pembatalan.
Hingga saat ini ada lima sirkuit lain yang diperkirakan akan bersaing menggantikan balapan di Hanoi, yaitu Istanbul Park (Turki), Imola (San Marino), Algarve (Portugal), Sepang (Malaysia), atau salah satu Sirkuit di Jerman. (Baca juga: Kemendikbud Dukung Pelaksanaan Kampus Sehat Selama Pandemi)
Sementara itu. Bos Mercedes Toto Wolff berharap F1 bisa belajar dari musim 2020, ketika beberapa sirkuit legenda terpaksa turun tangan di tengah krisis virus korona. Namun, kehadirannya itu cuma sebagai alternatif agar olahraga balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut tetap berjalan.
"Saya tidak setuju, peristiwa ini cenderung membuat sirkuit seperti terlihat tempat parkir supermarket besar, menunggu antrian," ucap Wolff. "Kami membutuhkan sirkuit di mana setiap ada kesalahan benar-benar dihukum," lanjutnya.
Lihat Juga :