Kalender Internasional Tuai Kritikan, Pemain Merasa Jadi Mesin Uang
Jum'at, 13 November 2020 - 11:35 WIB
Kompetisi tersebut diperkirakan melibatkan antara 16 dan 18 tim, dan akan dimainkan pada pertengahan pekan selama musim normal klub Eropa. Nantinya tim dengan performa terbaik memasuki kompetisi sistem gugur untuk mencari juaranya.
Ide Liga Super Eropa telah dibahas selama beberapa waktu tetapi perdebatan seputar kompetisi di masa depan telah muncul di tengah ketidakpastian keuangan dalam sepak bola, dengan klub-klub merasakan dampak besar akibat pandemi Covid-19.
Kroos menilai, berbagai kompetisi baru tersebut hanya akan menambah masalah bagi klub dan para pemain karena telah memiliki jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa. Alih-alih mendukung kompetisi baru, dia mengajak para pemangku kepentingan menjaga kompetisi yang telah berjalan tanpa ada niatan mengubah atau menghilangkannya. (Baca juga: Manfaat Produk Herbal untuk Ibu Hamil dan Menyusui)
“Saya yakin kompetisi domestik dan Liga Champions adalah 'produk top' yang tidak boleh dicampuri. Ketika hal-hal tertentu berjalan dengan baik, adalah ide yang baik untuk membiarkannya seperti itu," tambah pemain kelahiran Greifswald, Jerman tersebut.
Meski demikian, pemain yang mengaku ingin mengakhiri kariernya di Madrid tersebut akan tetap profesional, terutama saat memperkuat Jerman di dua pertandingan Nations League. Meski tidak dimainkan saat timnya menang 1-0 atas Republik Ceko di pertandingan uji coba, Kamis (12/11), Kroos akan diandalkan Pelatih Joachim Loew ketika Der Panzer menghadapi Ukraina, Minggu (15/11) dan Spanyol, Rabu (18/11).
Kroos dan pemain-pemain Eropa lainnya terbilang lebih beruntung karena membela tim nasionalnya di benuanya sendiri. Di sisi lain, pemain-pemain dari benua lain yang merumput di Eropa merasakan dampak padatnya dari kalender internasional karena harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk memperkuat tim nasional.
Ide Liga Super Eropa telah dibahas selama beberapa waktu tetapi perdebatan seputar kompetisi di masa depan telah muncul di tengah ketidakpastian keuangan dalam sepak bola, dengan klub-klub merasakan dampak besar akibat pandemi Covid-19.
Kroos menilai, berbagai kompetisi baru tersebut hanya akan menambah masalah bagi klub dan para pemain karena telah memiliki jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa. Alih-alih mendukung kompetisi baru, dia mengajak para pemangku kepentingan menjaga kompetisi yang telah berjalan tanpa ada niatan mengubah atau menghilangkannya. (Baca juga: Manfaat Produk Herbal untuk Ibu Hamil dan Menyusui)
“Saya yakin kompetisi domestik dan Liga Champions adalah 'produk top' yang tidak boleh dicampuri. Ketika hal-hal tertentu berjalan dengan baik, adalah ide yang baik untuk membiarkannya seperti itu," tambah pemain kelahiran Greifswald, Jerman tersebut.
Meski demikian, pemain yang mengaku ingin mengakhiri kariernya di Madrid tersebut akan tetap profesional, terutama saat memperkuat Jerman di dua pertandingan Nations League. Meski tidak dimainkan saat timnya menang 1-0 atas Republik Ceko di pertandingan uji coba, Kamis (12/11), Kroos akan diandalkan Pelatih Joachim Loew ketika Der Panzer menghadapi Ukraina, Minggu (15/11) dan Spanyol, Rabu (18/11).
Kroos dan pemain-pemain Eropa lainnya terbilang lebih beruntung karena membela tim nasionalnya di benuanya sendiri. Di sisi lain, pemain-pemain dari benua lain yang merumput di Eropa merasakan dampak padatnya dari kalender internasional karena harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk memperkuat tim nasional.
Lihat Juga :