Ini Harapan Klub Bulu Tangkis Pada Ketum PP PBSI
Jum'at, 13 November 2020 - 15:35 WIB
“Menurut saya masuk akal sekali (mendapat hak suara). Kami yang mendidik atlet dari usia dini, kemudian menjadi pemain elite setelah 10 sampai 12 tahun mereka membela negara. Kami berjuang berdarah-darah, tapi nanti juga cuma bisa pasrah. Kalau bisa mendapat hak suara, itu sangat masuk akal,” ujar Yoppy. (Baca juga: Manfaat pPoduk Herbal untuk Ibu Hamil dan Menyusui)
Bukan hanya itu, Yoppy juga menilai mendapatkan hak suara dalam pemilihan ketua umum PBSI akan sulit. Dia yakin hal tersebut pasti membutuhkan perjuangan bertahun-tahun untuk bisa mewujudkannya. "Butuh perjuangan bertahun-tahun untuk mendapatkan itu. karena kami harus melobi kanan-kiri ke atas-ke bawah. Karena pasti kan ada yang menentang, kami harus meyakinkan mereka,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu Yoppy menambahkan klub butuh 10 tahun untuk menempa calon atlet dari titik nol. Waktu tersebut diperlukan untuk membuat pebulu tangkis Indonesia mampu berprestasi. Menurut dia, klub juga harus memperjuangkan atlet tak hanya lewat pembinaan, melainkan juga membentuk karakter atlet.
Adapun Ketua Harian Klub Jaya Raya Imelda Wigoena ternyata juga memiliki harapan besar kepada Agung yang baru terpilih sebagai ketua umum PP PBSI periode 2020 sampai 2024 secara aklamasi setelah pesaingnya, Ari Wibowo, gagal lolos verifikasi pada Munas, Jumat (6/11), lalu. (Lihat videonya: Angin Puting Beliung Rusak Sejumlah Rumah)
Dia berharap ketua umum bisa membawa prestasi bulu tangkis Indonesia lebih baik lagi. “Harapan saya kepada bapak ketua umum, jangan mendengar hanya sebagian orang. Beliau itu punya kaki tangan, minta supaya mereka menyelidiki. Saya percaya ke depannya bisa lebih bagus. Harus bisa mendengarkan semua. PBSI itu adalah orang tua, klub, dan atlet-atlet itu anak-anak serta cucu-cucu,” tandasnya. (Raikhul Amar)
Bukan hanya itu, Yoppy juga menilai mendapatkan hak suara dalam pemilihan ketua umum PBSI akan sulit. Dia yakin hal tersebut pasti membutuhkan perjuangan bertahun-tahun untuk bisa mewujudkannya. "Butuh perjuangan bertahun-tahun untuk mendapatkan itu. karena kami harus melobi kanan-kiri ke atas-ke bawah. Karena pasti kan ada yang menentang, kami harus meyakinkan mereka,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu Yoppy menambahkan klub butuh 10 tahun untuk menempa calon atlet dari titik nol. Waktu tersebut diperlukan untuk membuat pebulu tangkis Indonesia mampu berprestasi. Menurut dia, klub juga harus memperjuangkan atlet tak hanya lewat pembinaan, melainkan juga membentuk karakter atlet.
Adapun Ketua Harian Klub Jaya Raya Imelda Wigoena ternyata juga memiliki harapan besar kepada Agung yang baru terpilih sebagai ketua umum PP PBSI periode 2020 sampai 2024 secara aklamasi setelah pesaingnya, Ari Wibowo, gagal lolos verifikasi pada Munas, Jumat (6/11), lalu. (Lihat videonya: Angin Puting Beliung Rusak Sejumlah Rumah)
Dia berharap ketua umum bisa membawa prestasi bulu tangkis Indonesia lebih baik lagi. “Harapan saya kepada bapak ketua umum, jangan mendengar hanya sebagian orang. Beliau itu punya kaki tangan, minta supaya mereka menyelidiki. Saya percaya ke depannya bisa lebih bagus. Harus bisa mendengarkan semua. PBSI itu adalah orang tua, klub, dan atlet-atlet itu anak-anak serta cucu-cucu,” tandasnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :