Medvedev Ambil Inspirasi dari Rival
Rabu, 18 November 2020 - 14:35 WIB
“Pada musim 2007, saya debut di Shanghai dan saya kalah di ketiga pertandingan fase grup. Saya pikir format turnamen ini memberikan peluang kepada Anda. Bahkan, jika kalah dalam satu pertandingan, tapi Anda masih memiliki peluang untuk terkualifikasi ke semifinal,” kata Djokovic dilansir atptour.
Pengoleksi 17 gelar Grand Slam ini memperlihatkan konsistensi yang luar biasa pada turnamen pertamanya sejak kalah dari Lorenzo Sonego di perempat final Wina Terbuka, bulan lalu. Berkat kemenangan keenamnya atas Schwartzman, petenis berusia 33 tahun ini menyamai pencapaian petenis muda Rusia Andrey Rublev yang musim ini mengantongi 40 kemenangan. (Baca juga: Kemendikbud Pastikan Bantuan Subsidi Upah Guru dan Dosen Disalurkan Bulan Ini)
Namun, Djokovic mengakui butuh perjuangan keras untuk mengalahkan Schwartzman di pertandingan pertamanya itu. Petenis asal Serbia ini menilai unggulan kedelapan yang musim ini mencatatkan 25-13 itu pasti ingin debutnya di ATP Final dengan kemenangan. Saat ini, Schwartzman menjadi petenis Argentina pertama yang berkompetisi di turnamen akhir musim nomor tunggal sejak Juan Martin del Potro musim 2013.
“Anda memiliki banyak motivasi dalam hal poin. Setiap kali menang, Anda mendapatkan 200 poin, yang hampir sebanyak ketika memenangkan Turnamen ATP level 250. Ada banyak motivasi bagi Schwartzman. Saya yakin dia ingin berusaha bermain dengan lebih baik daripada di pertandingan kali ini," tutur Djokovic.
Medvedev mengaku percaya diri menghadapi Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia memiliki modal bagus setelah mendapatkan kemenangan pada laga pertamanya menghadapi Alexander Zverev (Jerman) dengan skor 6-3, 6-4.
Pengoleksi 17 gelar Grand Slam ini memperlihatkan konsistensi yang luar biasa pada turnamen pertamanya sejak kalah dari Lorenzo Sonego di perempat final Wina Terbuka, bulan lalu. Berkat kemenangan keenamnya atas Schwartzman, petenis berusia 33 tahun ini menyamai pencapaian petenis muda Rusia Andrey Rublev yang musim ini mengantongi 40 kemenangan. (Baca juga: Kemendikbud Pastikan Bantuan Subsidi Upah Guru dan Dosen Disalurkan Bulan Ini)
Namun, Djokovic mengakui butuh perjuangan keras untuk mengalahkan Schwartzman di pertandingan pertamanya itu. Petenis asal Serbia ini menilai unggulan kedelapan yang musim ini mencatatkan 25-13 itu pasti ingin debutnya di ATP Final dengan kemenangan. Saat ini, Schwartzman menjadi petenis Argentina pertama yang berkompetisi di turnamen akhir musim nomor tunggal sejak Juan Martin del Potro musim 2013.
“Anda memiliki banyak motivasi dalam hal poin. Setiap kali menang, Anda mendapatkan 200 poin, yang hampir sebanyak ketika memenangkan Turnamen ATP level 250. Ada banyak motivasi bagi Schwartzman. Saya yakin dia ingin berusaha bermain dengan lebih baik daripada di pertandingan kali ini," tutur Djokovic.
Medvedev mengaku percaya diri menghadapi Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia memiliki modal bagus setelah mendapatkan kemenangan pada laga pertamanya menghadapi Alexander Zverev (Jerman) dengan skor 6-3, 6-4.
Lihat Juga :