ATP Finals 2020, Menang atau Pulang?
Jum'at, 20 November 2020 - 13:35 WIB
Meski menelan kekalahan, petenis yang telah mengantongi 17 gelar grand slam itu masih berpeluang meraih gelar ATP Finals keenam dalam kariernya. Namun Djokovic mengakui permainannya harus ditingkatkan, khususnya saat menghadapi Zverev di pertandingan nanti. (Baca juga: Menggagas Pengganti Terbaik UN)
Dia merasa performanya tidak seperti biasanya saat menghadapi Medvedev. “Secara keseluruhan level permainan dan kebugaran saya menurun. Saya sedikit mengalami kesulitan menemukan ritme permainan yang tepat selama 15 menit," kata Djokovic seperti dilansir atptour.
Bukan hanya itu, juara Australia Terbuka 2020 tersebut juga memuji Medvedev yang bermain dengan begitu impresif. Djokovic dipaksa tak mampu melayani permainan lawannya dengan baik. Hasil itu sekaligus membuat Medvedev memperkecil rekor pertemuannya dengan Djokovic menjadi 3-4.
“Ini bukan pertandingan yang bagus dari sisi saya. Saya pikir saya bisa dan seharusnya bermain dengan lebih baik, tetapi salut baginya yang bermain di level tinggi. Dia (Medvedev) petenis yang tinggi dan bergerak dengan baik. Dia jarang melewatkan backhand dan dia petenis yang sangat-sangat cerdas,” lanjutnya. (Baca juga: Tips Agar Anak Betah di Rumah Selama Pandemi Corona)
Kini Djokovic berharap bisa melupakan permainan buruknya itu dan fokus meladeni Zverev di laga terakhir fase Grup Tokyo 1970. Namun dia harus tetap waspada menghadapi lawannya. Dari 5 pertemuan sebelumnya, petenis yang dijuluki Djoker itu pernah kalah 2 kali, termasuk di final ATP Finals 2018.
Dia merasa performanya tidak seperti biasanya saat menghadapi Medvedev. “Secara keseluruhan level permainan dan kebugaran saya menurun. Saya sedikit mengalami kesulitan menemukan ritme permainan yang tepat selama 15 menit," kata Djokovic seperti dilansir atptour.
Bukan hanya itu, juara Australia Terbuka 2020 tersebut juga memuji Medvedev yang bermain dengan begitu impresif. Djokovic dipaksa tak mampu melayani permainan lawannya dengan baik. Hasil itu sekaligus membuat Medvedev memperkecil rekor pertemuannya dengan Djokovic menjadi 3-4.
“Ini bukan pertandingan yang bagus dari sisi saya. Saya pikir saya bisa dan seharusnya bermain dengan lebih baik, tetapi salut baginya yang bermain di level tinggi. Dia (Medvedev) petenis yang tinggi dan bergerak dengan baik. Dia jarang melewatkan backhand dan dia petenis yang sangat-sangat cerdas,” lanjutnya. (Baca juga: Tips Agar Anak Betah di Rumah Selama Pandemi Corona)
Kini Djokovic berharap bisa melupakan permainan buruknya itu dan fokus meladeni Zverev di laga terakhir fase Grup Tokyo 1970. Namun dia harus tetap waspada menghadapi lawannya. Dari 5 pertemuan sebelumnya, petenis yang dijuluki Djoker itu pernah kalah 2 kali, termasuk di final ATP Finals 2018.
Lihat Juga :