Begini Kronologis Meninggalnya Legendaris Timnas Ricky Yacobi
Sabtu, 21 November 2020 - 10:32 WIB
Memulai karier di PSMS Junior dia kemudian promosi ke tim utama pada 1982. Kariernya kemudian berlanjut ke banyak klub Indonesia. Dia pernah membela Arseto Solo, BPD Jateng bahkan PSIS Semarang. Dia pernah merumput di J-League bersama tim Matsushita FC pada 1988. Di klub tersebut, dia mencatatkan empat kali penampilan dengan satu gol berhasil disumbangkan. Faktor home sick dan udara dingin menjadi alasan Ricky gagal beradaptasi sehingga kemudian pulang ke Indonesia dan membela Arseto Solo yang pernah dibela sebelumya.
Dikutip wikipedia, ada perbedaan tentang data berapa jumlah bermain dan gol yang dicetak Ricky. Data resmi yang di situs RSSSF menyebut dia hanya mencatatkan 31 penampilan dan lima gol. Tapi, angka lima gol itu bisa jadi lebih banyak melihat kualitas yang dimiliki. Apalagi, permainan Ricky sangat memesona dengan gayanya yang khas. Dia kerap dijuluki Paul Brietner Indonesia dan merupakan penyerang opurtunis yang mengandalkan kecepatan dalam bermain.
Tampangnya yang lumayan ganteng dan rambutnya yang gondrong membuat Ricky begitu dikenal. Aksi puncakya terjadi di ajang Asian Games 1986 di Korea Selatan. Ketika itu, tim nasional Indonesia hanya kalah 0-2 dari Arab Saudi dan bermain imbang 1-1 melawan Qatar. Tim Indonesia lalu menang 1-0 lawan Malaysia dan menang 4-3 (penalty) melawan Uni Emirat Arab (UEA). "Selamat jalan legenda".
Dikutip wikipedia, ada perbedaan tentang data berapa jumlah bermain dan gol yang dicetak Ricky. Data resmi yang di situs RSSSF menyebut dia hanya mencatatkan 31 penampilan dan lima gol. Tapi, angka lima gol itu bisa jadi lebih banyak melihat kualitas yang dimiliki. Apalagi, permainan Ricky sangat memesona dengan gayanya yang khas. Dia kerap dijuluki Paul Brietner Indonesia dan merupakan penyerang opurtunis yang mengandalkan kecepatan dalam bermain.
Tampangnya yang lumayan ganteng dan rambutnya yang gondrong membuat Ricky begitu dikenal. Aksi puncakya terjadi di ajang Asian Games 1986 di Korea Selatan. Ketika itu, tim nasional Indonesia hanya kalah 0-2 dari Arab Saudi dan bermain imbang 1-1 melawan Qatar. Tim Indonesia lalu menang 1-0 lawan Malaysia dan menang 4-3 (penalty) melawan Uni Emirat Arab (UEA). "Selamat jalan legenda".
(ruf)
Lihat Juga :