Ricky Yacobi, Sebuah Tanda Tanya Besar di SEA Games 1991
Sabtu, 21 November 2020 - 14:55 WIB
Salah satu bukti bahwa Ricky kala itu dilanda konfilk batin karena mengubah namanya, dari Ricky Yacob menjadi Ricky Yacobi. Penampilan di turnamen President’s Cup yang digelar di Korea Selatan, Juni 1991, juga membuat IGK Manila semakin yakin untuk tidak membawanya ke SEA Games 1991 di Filipina. (Baca Juga: Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia )
Pada ajang tersebut, Timnas Indonesia memboyong 18 pemain untuk bersaing di Grup B bersama tuan rumah Filipina, juara bertahan Malaysia, serta Vietnam. Tanpa kehadiran Ricky Yacobi, skuat Merah Putih bertumpu pada nama-nama seperti Aji Santoso, Bambang Nurdiansyah, Rochy Putiray, dan Robby Darwis.
Skuat:
Sejarah mencatat, skuat Timnas Indonesia racikan trio pelatih Anatoli Polosin, Vladimir Urin, dan Danurwindo berhasil lolos fase grup SEA Games 1991. Bahkan merebut emas cabang sepak bola setelah mengalahkan Thailand lewat babak adu penalti. Sampai saat ini, prestasi tersebut menandai medali emas terakhir sepak bola Indonesia di pentas SEA Games.
Pada ajang tersebut, Timnas Indonesia memboyong 18 pemain untuk bersaing di Grup B bersama tuan rumah Filipina, juara bertahan Malaysia, serta Vietnam. Tanpa kehadiran Ricky Yacobi, skuat Merah Putih bertumpu pada nama-nama seperti Aji Santoso, Bambang Nurdiansyah, Rochy Putiray, dan Robby Darwis.
Skuat:
| 1 | Aji Santoso |
| 2 | Bambang Nurdiansyah |
| 3 | Eddy Harto |
| 4 | Erick Ibrahim |
| 5 | Ferryl Raymond Hattu |
| 6 | Hanafing |
| 7 | Heriansyah |
| 8 | Herry Setiawan |
| 9 | Kashartadi |
| 10 | Maman Suryaman |
| 11 | Peri Sandria |
| 12 | Rochy Putiray |
| 13 | Robby Darwis |
| 14 | Salahuddin |
| 15 | Sudirman |
| 16 | Toyo Haryono |
| 17 | Widodo Putro |
| 18 | Yusuf Ekodono |
Sejarah mencatat, skuat Timnas Indonesia racikan trio pelatih Anatoli Polosin, Vladimir Urin, dan Danurwindo berhasil lolos fase grup SEA Games 1991. Bahkan merebut emas cabang sepak bola setelah mengalahkan Thailand lewat babak adu penalti. Sampai saat ini, prestasi tersebut menandai medali emas terakhir sepak bola Indonesia di pentas SEA Games.
Lihat Juga :