Menunggu Batas Kesabaran Juve

Senin, 30 November 2020 - 11:32 WIB
Melawan tim asuhan Filippo Izaghi semakin memperlihatkan jika Juve memiliki banyak persoalan di bawah Pirlo. Mulai dari lini belakang sampai ketergantungan pada penyerang Cristiano Ronaldo. Lini belakang misalnya. Sebenarnya Juve menjadi tim dengan pertahanan terbaik bersama Hellas Verona dari jumlah gol karena baru kemasukan tujuh gol.

Masalahnya Juve sering kemasukan gol pada menit terakhir. Mereka pernah kemasukan pada menit ke-90 melawan Lazio sehingga harus puas bermain imbang 1-1, menghadapi Ferencvaros di Liga Champions dalam kemenangan 4-1, dan saat kalah 0-2 dari Barcelona di Allianz Stadium.

Masalah lain, Juve seperti tak berkembang tanpa Ronaldo. Tanpa pemain yang biasa yang dipanggil CR7 tersebut, Juve sulit meraih kemenangan. Seperti saat melawan Crotone dan Verona, Juve gagal mendulang poin penuh saat pemain asal Portugal itu tidak ada di line up. Dua pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.

Wajar, dengan delapan gol yang dimiliki, pemain yang sering dipanggil CR7 itu adalah nyawa sebenarnya dari La Vecchia Signora. Nah, melawan Benevento, penyerang asal Portugal itu tidak diturunkan. Menurut Pirlo, tidak menurunkan CR7 adalah kesepakatan bersama. Menurut dia, mantan pemain Real Madrid dan Manchester United tersebut mengaku sedikit mengalami masalah setelah melawan Ferencvaros sehingga butuh istirahat. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdata di Dapodik)

Pada saat bersamaan, pemain seperti Paulo Dybala dan Morata belum bisa mengemban beban yang biasanya di pundak Ronaldo. Dybala paling mendapat sorotan karena pemain Argentina ini tidak kunjung memperlihatkan penampilan terbaiknya sejak pulih dari cedera dan sembuh dari Covid-19. “Ketika Anda memiliki pemain yang kuat, itu normal bahwa dia membuat Anda memenangi pertandingan, tetapi kami tidak kecanduan padanya,” kata Pirlo.

Pirlo kemudian meminta agar semua bersabar dengan proses yang sedang dibangun. Juve menurut dia masih dalam proses adaptasi dan berkembang untuk bermain seperti harapan. Termasuk, bagaimana bisa membaca permainan karena situasi akan selalu berbeda dari satu laga ke laga lainnya.

Apalagi Juve menguasai jalannya pertandingan. Memiliki penguasaan lebih dari 60% dengan tembakan 16 berbanding delapan dari tuan rumah. “Kami harus mempelajari momen-momen permainan, kapan harus mematikannya dan kapan mengontrol tempo,” tambahnya. (Baca juga: AS Akui kerahkan Kapal Induk Nimitz ke Kawasan Teluk)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!