Sengitnya Persaingan Takhta di Grup D Liga Champions

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:35 WIB
Dia mengungkapkan timnya kesulitan beradaptasi dengan permainan Brighton yang cenderung memainkan bola panjang. “Melawan kami, mereka jelas memainkan bola panjang, tidak apa-apa. Itu sedikit perbedaan,” kata Klopp, dilansir liverpoofc.com. (Baca juga: Jadikan Sifat Tawadhu sebagai Modal Kebahagiaan)

Berbeda dengan Klopp, Henderson mengakui jika kegagalan mengalahkan Brighton sedikit membuat Liverpool frustrasi. Gelandang Inggris tersebut menegaskan The Reds bertekad membayarnya dengan meraih hasil bagus saat menjamu Ajax.

Kemenangan akan membuka kans melaju ke babak 16 besar Liga Champions . "Kami harus maju dan menjawabnya dengan meraih hasil bagus melawan Ajax di Liga Champions,” tandas Henderson.

Henderson yang masuk sebagai pengganti melawan Brighton kemungkinan akan diandalkan menjadi starter di lini tengah bersama Curtis Jones dan Georginio Wijnaldum. Mereka mendukung trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Sementara Joel Matip dan Kostas Tsimikas berduet di jantung pertahanan.

Meski tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir mereka melawan wakil Belanda, Liverpool tidak boleh lengah. Ajax tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan tandang terakhir Liga Champions, rekor terpanjang mereka sejak September 1994 hingga Maret 1997. (Baca juga: Merokok Bisa Berdampak Buruk Bagi Kecantikan)

Selain itu, raksasa Eredivisie tersebut juga tidak terkalahkan dalam lima kunjungan terakhir Liga Champions ke Inggris. Terbaru, mereka menahan Chelsea 4-4 di Stamford Bridge pada fase grup Liga Champions musim lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!