Pelatih Roma: Sulit Membayangkan Sepak Bola Tanpa Pelukan
Jum'at, 15 Mei 2020 - 03:03 WIB
"Sulit bagi saya membayangkan bermain sepak bola tanpa kegairahan penggemar di belakang kami, dan terutama bermain tanpa pelukan itu," katanya.
“Ya, pelukan -yang kami gunakan untuk merayakan momen terbaik dalam sepak bola- sebuah gol. Momen ketika pencetak gol menghilang di bawah tangan yang memeluknya."
Fonseca membalik memori pada pertandingan di musim pertamanya di klub Ukraina, Shakhtar Donetsk, di mana timnya tertinggal dua gol lalu bangkit untuk menang 3-2 di menit-menit terakhir. “Semua pemain berlari ke saya dan memeluk saya untuk merayakan gol terakhir. Saya tidak akan pernah melupakan itu,” ujarnya.
Kenangan manis lain yang diingat Fonseca adalah kemenangan adu penalti Braga atas Porto di final Piala Portugal 2016 dan gol yang membawa timnya Pacos de Ferreira ke playoff Liga Champions pada 2013.
"Seperti apa rasanya tanpa pelukan di awal atau akhir pertandingan dengan pelatih lawan?" tanyanya.
“Ya, pelukan -yang kami gunakan untuk merayakan momen terbaik dalam sepak bola- sebuah gol. Momen ketika pencetak gol menghilang di bawah tangan yang memeluknya."
Fonseca membalik memori pada pertandingan di musim pertamanya di klub Ukraina, Shakhtar Donetsk, di mana timnya tertinggal dua gol lalu bangkit untuk menang 3-2 di menit-menit terakhir. “Semua pemain berlari ke saya dan memeluk saya untuk merayakan gol terakhir. Saya tidak akan pernah melupakan itu,” ujarnya.
Kenangan manis lain yang diingat Fonseca adalah kemenangan adu penalti Braga atas Porto di final Piala Portugal 2016 dan gol yang membawa timnya Pacos de Ferreira ke playoff Liga Champions pada 2013.
"Seperti apa rasanya tanpa pelukan di awal atau akhir pertandingan dengan pelatih lawan?" tanyanya.
Lihat Juga :