Kerap Dikritik, Neymar Ngaku Nyaris Tinggalkan Sepak Bola
Minggu, 17 Januari 2021 - 18:05 WIB
"Saya tidak akan pernah kehilangan gairah untuk sepak bola. Tapi, saya pernah mengalami momen dimana saya ingin berhenti bermain. Suatu kali, saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya harus terus bermain jika mereka tidak menyukainya," kilah Neymar.
"Saya dulu kerap pulang dengan perasaan penuh amarah. Tapi, kemudian saya teringat dengan semua yang telah saya lakukan untuk bisa membawa saya sampai ke sini,” lanjut pemain berusia 28 tahun itu kepada Gaffer Magazine.
Neymar mengatakan cinta tulusnya kepada sepak bola membuat merasa tenang kembali dan menyadarkannya kembali kepada kenyataan. Dia merasa sangat beruntung karena telah mencapai banyak hal dalam karirnya yang membuat dirinya dan keluarga sangat bahagia.
"Memulai debut untuk Santos FC, memenangkan gelar pertama bersama Santos, memenangkan Piala Libertadores juga sangat penting. Gabung Barcelona adalah impian saya sejak kecil, juara Liga Champions, hadir di Paris. Saat-saat ini akan selalu tetap spesial bagiku," lanjut Neymar.
"Saya tidak pernah merasakan tekanan. Sebaliknya, saya adalah orang yang dapat dengan mudah mengelola tekanan; menjadi nomor 10 di Tim Nasional Brasil, nomor 10 di PSG, dan hanya menjadi Neymar,” uajarnya lagi.
"Saya dulu kerap pulang dengan perasaan penuh amarah. Tapi, kemudian saya teringat dengan semua yang telah saya lakukan untuk bisa membawa saya sampai ke sini,” lanjut pemain berusia 28 tahun itu kepada Gaffer Magazine.
Neymar mengatakan cinta tulusnya kepada sepak bola membuat merasa tenang kembali dan menyadarkannya kembali kepada kenyataan. Dia merasa sangat beruntung karena telah mencapai banyak hal dalam karirnya yang membuat dirinya dan keluarga sangat bahagia.
"Memulai debut untuk Santos FC, memenangkan gelar pertama bersama Santos, memenangkan Piala Libertadores juga sangat penting. Gabung Barcelona adalah impian saya sejak kecil, juara Liga Champions, hadir di Paris. Saat-saat ini akan selalu tetap spesial bagiku," lanjut Neymar.
"Saya tidak pernah merasakan tekanan. Sebaliknya, saya adalah orang yang dapat dengan mudah mengelola tekanan; menjadi nomor 10 di Tim Nasional Brasil, nomor 10 di PSG, dan hanya menjadi Neymar,” uajarnya lagi.
Lihat Juga :