Di Tengah Wabah, Cabang Renang Lebih Berisiko ketimbang Sepak Bola
Senin, 18 Mei 2020 - 04:01 WIB
Profesor Spica menambahkan, panitia perlombaan bisa saja menggunakan klorin, unsur kimia yang terdapat dalam cairan disinfeksi, dengan menyebarkannya di kolam renang untuk menangkal corona. Namun, bagi perenang, jika zan itu masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau telinga, justru bisa berbahaya.
“Klorin mungkin dapat menolong, tetapi tidak ada garansi,” kata Profesor Spica.
Hingga saat ini sejumlah badan olahraga masih mencari cara menghidupkan kembali event. Seperti sudah disinggung, sepak bola dan tinju relatif bisa ‘menyiasati; kondisi wabah, tetapi cabang olahraga lain menemui kesulitan yang lebih.
“Klorin mungkin dapat menolong, tetapi tidak ada garansi,” kata Profesor Spica.
Hingga saat ini sejumlah badan olahraga masih mencari cara menghidupkan kembali event. Seperti sudah disinggung, sepak bola dan tinju relatif bisa ‘menyiasati; kondisi wabah, tetapi cabang olahraga lain menemui kesulitan yang lebih.
(mirz)
Lihat Juga :