Petarung MMA Ini Terpaksa pura-pura Cedera karena Diancam Dibunuh
Sabtu, 20 Februari 2021 - 07:38 WIB
Petarung MMA Ini Terpaksa pura-pura Cedera karena Diancam Dibunuh/The Sun
Petarung MMA Leonardo Barbosa terpaksa pura-pura cedera saat melawan Ahmed Wali Hotak karena diancam dibunuh oleh pria bersenjata. Barbosa mengalah dengan berpura-pura mengalami cedera selama pertarungan setelah dipaksa kalah oleh pria bersenjata tak dikenal.
Barbosa dijatuhkan dengan lutut ke tubuh oleh Hotak dalam acara utama TGFC 11 di Kabul, Afghanistan, pada 11 Februari. Namun dalam postingan media sosial yang dihapus sejak itu, pria berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa dia sengaja mengalah dari petarung kampung halamannya.
Baca Juga: Geger Mayweather Belikan Cucunya Berusia 5 Minggu Rolex Rp608 Juta!
Dalam sebuah wawancara dengan MMA Fighting, Barbosa mengatakan bahwa sebelum pertarungan dia telah diancam oleh seorang pria di ruang ganti dengan senjata. Pemain Brasil itu mengklaim bahwa dia kemudian melihat pria bersenjata yang sama di area VIP selama pertarungan, sangat dekat dengan octagon. ’’Dia terus berteriak, sangat agresif,’’ujarnya.
’’Dia mendekati kandang di antara ronde dan mulai mengatakan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia katakan di ruang ganti, hanya saja lebih agresif,’’ungkapnya.
’’Saya memenangkan pertarungan, saya memenangkan babak pertama dengan baik, lawan saya mengalami patah hidung dan membutuhkan operasi pada hari berikutnya, dan saya pikir saya akan menang, tetapi saya merasa tidak dapat melakukan apa pun dalam pertarungan itu.
Barbosa dijatuhkan dengan lutut ke tubuh oleh Hotak dalam acara utama TGFC 11 di Kabul, Afghanistan, pada 11 Februari. Namun dalam postingan media sosial yang dihapus sejak itu, pria berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa dia sengaja mengalah dari petarung kampung halamannya.
Baca Juga: Geger Mayweather Belikan Cucunya Berusia 5 Minggu Rolex Rp608 Juta!
Dalam sebuah wawancara dengan MMA Fighting, Barbosa mengatakan bahwa sebelum pertarungan dia telah diancam oleh seorang pria di ruang ganti dengan senjata. Pemain Brasil itu mengklaim bahwa dia kemudian melihat pria bersenjata yang sama di area VIP selama pertarungan, sangat dekat dengan octagon. ’’Dia terus berteriak, sangat agresif,’’ujarnya.
’’Dia mendekati kandang di antara ronde dan mulai mengatakan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia katakan di ruang ganti, hanya saja lebih agresif,’’ungkapnya.
’’Saya memenangkan pertarungan, saya memenangkan babak pertama dengan baik, lawan saya mengalami patah hidung dan membutuhkan operasi pada hari berikutnya, dan saya pikir saya akan menang, tetapi saya merasa tidak dapat melakukan apa pun dalam pertarungan itu.
Lihat Juga :