Ibtihaj Muhammad, Atlet Anggar Pertama Diizinkan Berhijab Saat Tanding di Prancis
Minggu, 11 April 2021 - 22:05 WIB
Ibtihaj Muhammad menjadi wanita muslim pertama berhijab di Team USA untuk melangsungkan pertandingan di Prancis, khususnya untuk cabor anggar. Foto: twitter
PARIS - Senat Prancis sempat mengusulkan larangan hijab ketika mengikuti turnamen olahraga berlevel nasional, pada Sabtu (2/4/2021). Sekarang tidak lagi karena sudah ada pemberian izin bagi atlet wanita tetap berhijab saat berkompetisi di cabor anggar.
Baca Juga: Rebecca Welch Wasit Wanita Pertama di Pertandingan EFL
Ibtihaj Muhammad menjadi wanita muslim pertama berhijab di Team USA untuk melangsungkan pertandingan di Prancis. Dia mengatakan pada postingan Instagram pribadi miliknya bahwa ini adalah perjalanan yang penuh rintangan baginya.
Dia juga menuturkan hal ini akan menjadikan keyakinannya bukanlah penghalang saat ada kesempatan bertanding. “Ini adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan bagi saya, tetapi saya tidak pernah menolak kesempatan untuk menjadi atlet olahraga karena keyakinan saya,” tulisnya
Wanita berumur 35 tahun tersebut menyebutkan perihal agama yang dianutnya bukanlah ancaman bagi orang lain. Dia juga menuliskan rasa kecewa dalam postingan Instagram kalau perlakuan Prancis padanya hanyalah xenofobia.
“Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia. Sungguh menyakitkan melihat seberapa jauh Prancis telah menyimpang dan seberapa normal xenofobia yang mematikan ini bertumbuh di negara tersebut,” tulis ibtihaj di akun @ibtihajmuhammad.
Baca Juga: Rebecca Welch Wasit Wanita Pertama di Pertandingan EFL
Ibtihaj Muhammad menjadi wanita muslim pertama berhijab di Team USA untuk melangsungkan pertandingan di Prancis. Dia mengatakan pada postingan Instagram pribadi miliknya bahwa ini adalah perjalanan yang penuh rintangan baginya.
Dia juga menuturkan hal ini akan menjadikan keyakinannya bukanlah penghalang saat ada kesempatan bertanding. “Ini adalah perjalanan yang penuh dengan rintangan bagi saya, tetapi saya tidak pernah menolak kesempatan untuk menjadi atlet olahraga karena keyakinan saya,” tulisnya
Wanita berumur 35 tahun tersebut menyebutkan perihal agama yang dianutnya bukanlah ancaman bagi orang lain. Dia juga menuliskan rasa kecewa dalam postingan Instagram kalau perlakuan Prancis padanya hanyalah xenofobia.
“Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia. Sungguh menyakitkan melihat seberapa jauh Prancis telah menyimpang dan seberapa normal xenofobia yang mematikan ini bertumbuh di negara tersebut,” tulis ibtihaj di akun @ibtihajmuhammad.
Lihat Juga :