Kisah Arief Ramadhani Jadi Pelatih di Yao Ming Foundation

Senin, 26 April 2021 - 22:30 WIB
Lebih lanjut, Danny Duck menjelaskan program Yao Ming Foundation ini merupakan gagasan Yao Ming langsung untuk mengenalkan olahraga basket di China, khususnya pada usia dini mulai dari usia 8-16 tahun. Pria berusia 52 tahun itu mengatakan, selama bekerja sebagai pelatih, tidak ada latihan game. Yang ada, tambah Danny Duck, hanyalah latihan dasar.

BACA JUGA: Oknum Fans Persija dan Persib Bikin Ulah, PSSI Minta Maaf

"Di negeri asalnya Yao Ming sangat dihormati dan menjadi salah satu pahlawan olahraga China yang sangat dikagumi mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa. Yao Ming Foundation ada diseluruh provinsi China, saya melatih di district Shanghai setiap Sabtu Minggu (2 kali selama 1 bulan) dengan modul kepelatihan yang telah disusun oleh tim kepelatihan Yao Ming. Tidak ada latihan game, yang ada hanya latihan dasar, mulai dari passing, dribling, shooting dan fisik. Saya ditunjuk untuk melatih kelompok umur 12-16 putra putri, walau sesekali juga bersama staf pelatih lainnya melatih anak-anak usia dibawah 10 tahun."



Kenangan menjadi pelatih di Yao Ming Foundation sangat membekas dalam dirinya. Mulai dari persoalan bahasa, jarak tempat latihan yang lumayan jauh di mana Danny Duck harus menempuh, (4 kali transit Subway), termasuk juga harus berkorban membagi waktu luang dengan keluarganya. Meski begitu, dia menjalaninya dengan senang.

Baginya bisa berbagi ilmu dengan melatih anak-anak muda China sama halnya seperti ibadah. Ditambah ia pun bisa bertemu langsung dengan Yao Ming menjadi salah satu kepuasan yang tidak terbayarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!