Strateginya Rugikan Maverick Vinales, Marc Marquez Minta Maaf

Minggu, 30 Mei 2021 - 07:30 WIB
Namun, Marquez sadar tidak memiliki kecepatan untuk menjadi dua pembalap terbaik di Q1. Jadi, dia memilih jadi pembalap tercepat, berdasarkan daftar catatan waktu sebelum Q1, untuk dijadikan derek.

Marquez kemudian memilih Vinales sebagai dereknya selama Q1. Rider berusia 28 tahun itu membuntutinya dan kemudian menggunakan slipstream untuk menjadi lebih cepat. Ini yang menjadi persoalan.

"Setelah sesi latihan bebas keempat saya berkata kepada tim, 'Saya tidak merasakan motornya, saya tidak merasakan apa-apa, hanya kami perlu mengikuti seseorang (dalam hal ini Vinales) ," kata Marquez, dikutip dari Crash.

Strategi Marquez membuat Vinales kesal sehingga menegurnya saat hendak memasuki pit lane pada Q1. Marquez meminta maaf kepada Vinales atas kejadian itu. Namun, Marquez tetap membela diri dengan menyatakan strateginya tidak melanggar peraturan apa pun.

“Kami memeriksa daftarnya. Pembalap tercepat adalah Vinales. Jadi kami memilihnya karena dia yang tercepat (tapi tidak langsung masuk ke Q2). Tapi, jika yang lain (lebih cepat) kami akan memilih yang lain. Saya mengikutinya. Itu taktik satu-satunya untuk meningkatkan (kecepatan),” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!