Kursi Kosong dan Tak Ada Kemeriahan di Opening Ceremony Olimpiade Tokyo 2020

Kamis, 22 Juli 2021 - 14:03 WIB
Tidak semua atlet akan hadir mewakili negaranya di upacara tersebut. Setiap negara akan menghadirkan beberapa perwakilannya dan mereka akan langsung pergi setelah acara tersebut untuk menghindari kontak sebanyak mungkin.

"Ini akan menjadi upacara yang jauh lebih serius. Namun dengan estetika Jepang yang indah. Sangat Jepang tetapi juga selaras dengan sentimen hari ini," kata Balich.

"Akan ada beberapa ratus petugas untuk memandu para atlet untuk parade. Upacara pembukaan akan menjadi unik dan fokus hanya pada para atlet. Itu (pandemi) tentu ada konsekuensinya. Koreografi massal jelas tidak akan terjadi, karena COVID-19," sambung pria yang juga bertanggung jawab atas upacara pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini.

Balich mengutarakan penurunan jumlah atlet juga terasa ketimbang Olimpiade sebelumnya. "Jumlah di Rio adalah 12.600 atlet dan ofisial pada parade. Saya khawatir kali ini akan lebih sedikit. Itu sudah memberikan jarak yang serius antara para atlet di stadion, Saya kira pencapaian besar tim kreatif upacara ini adalah mereka telah berhasil menerima kursi kosong sebagai fakta dan tetap fokus pada para atlet.

"Ini akan sangat berarti, jauh dari kemegahan upacara-upacara sebelumnya. Momennya sekarang. Ini adalah upaya yang indah. Upacara yang sangat jujur, tidak ada yang palsu," pungkas Balich.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!