Mengharukan! Awal Pertemuan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sampai Sabet Emas Olimpiade

Kamis, 05 Agustus 2021 - 08:10 WIB
’’Apriyani benar-benar memaksakan diri untuk sampai di sini. Karena saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak muda lagi. Saya belum berusia 20 tahun, jadi Anda benar-benar harus mulai berlari bersama saya. Tidak berjalan. Lari saja dengan saya,” kenang Greysia.

’’Dan melalui setiap latihan, melalui setiap tantangan, setiap KO, Anda harus terus berlari dan Anda harus terus bertahan dengan saya, hanya untuk medali emas ini. Inilah yang kami tuju selama ini.”

Maka, di gedung yang sebagian besar kosong di Musashino Forest Sport Plaza, dengan beberapa pendukung Indonesia terus membakar semangat mereka, Greysia dan Apriyani tak lelah berlari. Mereka ada di mana-mana, melompat, menghancurkan, menyerang, mengejar shuttlecock. Begitu semangat mereka sehingga lawan mereka, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan, layu di bawah tekanan.

Dan ketika shuttlecock terakhir melebar, kaki-kaki yang telah menggerakkan mereka tidak dapat bertahan lebih lama lagi. Polii dan Rahayu menangis tersedu-sedu di podium dan sesudahnya. Sebuah kategori di mana Indonesia telah membuat sedikit kemajuan di masa lalu telah memberikan mereka emas Olimpiade.

Baca Juga: Taufik Hidayat si Raja Bachand Smash Pengguncang Jagat Bulu Tangkis

Penantian panjang Indonesia telah berakhir. Ya, Greysia/Apriyani mencatatkan sejarah sebagai ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!