FIFA : Pakai Akal Sehat Sebelum Beri Hukuman Karena Dukung George Floyd

Selasa, 02 Juni 2020 - 19:05 WIB
Dengan akan segera digelarnya lanjutan kompetisi LaLiga , Serie A dan Liga Primer Inggris , FIFA mendesak penyelenggara kompetisi untuk mempertimbangkan konteks ketika menerapkan aturan. "FIFA sepenuhnya memahami kedalaman sentimen dan kekhawatiran yang diungkapkan oleh banyak pemain mengingat situasi tragis kasus George Floyd," bunyi pernyataan resmi FIFA dikutip Reuters, Selasa (2/6/2020).

"FIFA telah berulang kali menyatakan dirinya secara tegas menentang rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun dan baru-baru ini memperkuat aturan disiplinernya sendiri dengan maksud untuk membantu menghapus perilaku seperti itu."

"FIFA sendiri telah mempromosikan banyak kampanye anti-rasisme yang sering membawa pesan anti-rasisme di pertandingan yang diselenggarakan di bawah pengawasannya sendiri. Penerapan Hukum Pertandingan yang disetujui oleh IFAB (Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional) diserahkan kepada penyelenggara kompetisi yang harus menggunakan akal sehat dan mempertimbangkan konteks seputar peristiwa tersebut."

Sementara itu Direktur Wasit Elit DFB Michael Frohlich mengatakan tidak mudah bagi pejabat untuk menerapkan pedoman tersebut selama pertandingan. "Hampir tidak mungkin bagi wasit untuk mencatat slogan, pesan atau gambar politik, agama atau pribadi selama pertandingan. Itu tidak sama dengan wasit yang memeriksa bahwa warna peralatan cocok, misalnya."

"Jika wasit melihat pesan politik atau agama pada peralatan pemain, mereka membuat catatan dalam laporan pertandingan mereka. Pengecualian adalah ketika tindakan pemain memiliki dampak langsung pada permainan, seperti menunda restart permainan, yang dapat dihukum oleh wasit dengan kartu kuning," jelas Frohlich.
(bbk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!