Tak Semua Pemain Liga Primer Setuju Gajinya Dipangkas

Rabu, 22 April 2020 - 09:06 WIB
Memang belum ada konfirmasi pasti dari kubu Arsenal dan Oezil terkait penolakan ini. Hanya, sumber Daily Mail menyebutkan, secara prinsip, Oezil sebenarnya tak keberatan dilakukan pemotongan gaji. Masalahnya, dia masih ingin melihat sejauh mana dampak keuangan dari coronavirus sebelum membuat keputusan penuh informasi.

“Penangguhan adalah suatu pilihan, tapi tidak untuk menyetujui pemotongan hari ini ketika klub-klub masih mungkin mendapatkan keuntungan yang sama seperti tahun lalu,” kata wakil Oezil, Erkut Sogut, beberapa waktu lalu.

Asosiasi Pemain Profesional sebenarnya masih pada sikap menolak dilakukan pemotongan gaji. Tapi, bicara kasus di Arsenal, kesepakatan muncul setelah Pelatih Mikel Arteta turut dalam pembicaraan dengan para pemain sehingga berubah pikiran.

Sebenarnya, pemotongan gaji di Arsenal tidak berlaku kaku. Mereka memiliki tiga opsi sebagai jalan tengah untuk kedua kubu. Pertama, pemain akan mendapatkan kembali haknya alias tidak ada pemotongan gaji jika mereka berhasil lolos ke Liga Champions musim ini.

Kedua, para pemain akan mendapat pengembalian 7,5% atau sekitar 60% pemotongan jika The Gunners berhasil mendapatkan tiket ke Liga Europa. Tapi, jika gagal menembus Eropa, mereka harus rela mendapatkan pemotongan 12,5%. “Kami senang mengumumkan bahwa kami telah mencapai kesepakatan sukarela dengan para pemain tim utama kami, pelatih kepala, dan staf pelatih inti untuk membantu mendukung klub pada saat yang kritis ini,” demikian pernyataan resmi klub, dikutip Daily Mail.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!