Disebut Pemain Malas, Phillipe Coutinho Tantang Wartawan
Rabu, 10 November 2021 - 23:30 WIB
Coutinho kemudian menepis kabar tersebut. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengklaim selalu bersikap profesional dimana pun dia bermain, bahkan Coutinho menantang wartawan untuk memeriksa rekam jejaknya sebagai pemain sepak bola.
“Saya terkejut ketika sampai di rumah dan melihat berita di media, saya disebut pemain malas di media. Saya selalu profesional sepanjang karier saya. Saya tidak pernah kekurangan profesionalisme. Anda boleh melihat rekam jejak saya di klub yang pernah saya bela,” kata Coutinho dilansir Marca, Rabu (10/11/2021).
“Saya selalu menghormati semua orang; pelatih, staff kepelatihan, rekan setim, semua orang yang pernah bekerja dengan saya. Saya akui saya sedikit terkejut ketika melihat itu. Tapi tidak apa-apa, saya menghargai pendapat kalian wahai wartawan,” ketus Coutinho.
Segi Barjuan selaku pelatih yang menangani Coutinho pada laga itu pun turut angkat suara. Mantan pelatih tim junior Barcelona itu mengatakan bahwa dirinya terlalu terbawa suasana dengan tensi pertandingan, sehingga keliru ketika menentukan pemilihan pergantian pemain.
“Saya tidak fokus dengan hal itu. Saya sedang menyaksikan laga yang sangat menuntut. Dalam 10 hari, saya merasa semua orang cocok dengan saya. Jelas untuk mereka yang belum bermain (di bawah saya), itu sulit,” pungkasnya.
“Saya terkejut ketika sampai di rumah dan melihat berita di media, saya disebut pemain malas di media. Saya selalu profesional sepanjang karier saya. Saya tidak pernah kekurangan profesionalisme. Anda boleh melihat rekam jejak saya di klub yang pernah saya bela,” kata Coutinho dilansir Marca, Rabu (10/11/2021).
“Saya selalu menghormati semua orang; pelatih, staff kepelatihan, rekan setim, semua orang yang pernah bekerja dengan saya. Saya akui saya sedikit terkejut ketika melihat itu. Tapi tidak apa-apa, saya menghargai pendapat kalian wahai wartawan,” ketus Coutinho.
Segi Barjuan selaku pelatih yang menangani Coutinho pada laga itu pun turut angkat suara. Mantan pelatih tim junior Barcelona itu mengatakan bahwa dirinya terlalu terbawa suasana dengan tensi pertandingan, sehingga keliru ketika menentukan pemilihan pergantian pemain.
“Saya tidak fokus dengan hal itu. Saya sedang menyaksikan laga yang sangat menuntut. Dalam 10 hari, saya merasa semua orang cocok dengan saya. Jelas untuk mereka yang belum bermain (di bawah saya), itu sulit,” pungkasnya.
(sha)
Lihat Juga :