Keraguan Barty Kembali Berlaga di Tengah Wabah Corona

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:35 WIB
Padahal, bagi Barty, keselamatan stafnya adalah hal yang paling penting dari keputusannya untuk bermain atau tidak bermain di Flushing Meadows. "Bukan hanya saya, ini tentang orang-orang di tim yang harus saya pertimbangkan," ucap juara Prancis Terbuka 2019 itu.

Selain Barty, petenis top asal Spanyol Rafael Nadal juga mengungkapkan dirinya tidak akan melakukan perjalanan ke New York jika kondisi masih seperti saat ini. Dia pun menyarankan organisasi tenis putra (ATP) untuk memimpin dengan memberi contoh ketika berhadapan dengan pandemi Covid-19 dan memperingatkan agar tidak melanjutkan musim 2020 terlalu dini. (Baca: Karolina Pliskova Tak Masalah Bertanding Tanpa Penonton)

"Ya, ini bukan situasi yang ideal. Jika Anda bertanya apakah saya ingin melakukan perjalanan hari ini ke New York untuk bermain turnamen tenis, saya akan mengatakan tidak. Saya berharap akan menuju arah yang lebih baik ke depan. Saya yakin pihak yang mengorganisasi turnamen itu, USTA, menginginkan turnamen yang aman," paparnya.

Jika turnamen dilanjutkan, Nadal akan menghadapi enam pekan yang cukup berat karena Prancis Terbuka 2020 direncanakan digelar tidak lama setelah AS Terbuka. Sebagai juara bertahan Prancis Terbuka, Nadal total memiliki 4.000 poin untuk dipertahankan dari kedua Grand Slam.

“Saya mengagumi federasi tenis Prancis untuk sikap positif bahwa mereka ingin melangkah maju dengan turnamen mereka. Tapi, saat ini situasinya sulit diprediksi. Jadi, kita perlu sedikit mundur dan melihat bagaimana semuanya berkembang. Kita akan kembali ketika aman,” ungkap Nadal. (Raikhul Amar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!