Parlemen Uni Eropa Haramkan European Super League dan Kompetisi Terpisah

Rabu, 24 November 2021 - 14:30 WIB
Pada Mei 2021, pengadilan meminta Pengadilan Eropa untuk memutuskan apakah FIFA dan UEFA melanggar undang-undang persaingan Uni Eropa karena menghalangi klub-klub itu menciptakan liga baru.

Resolusi yang disahkan oleh parlemen Eropa, dengan 597 suara mendukung melawan 36 suara menentang dan 55 abstain, menyerukan "model kompetisi Eropa" dengan "komitmen kuat mengintegrasikan prinsip-prinsip solidaritas, keberlanjutan, inklusivitas untuk semua, kompetisi terbuka, prestasi olahraga dan keadilan. "

Resolusi tidak mengikat yang akan diteruskan ke Dewan Eropa dan Komisi Eropa bersama dengan berbagai pemerintahan itu menyebutkan parlemen "sangat menentang kompetisi memisahkan diri yang merusak prinsip-prinsip tersebut dan membahayakan stabilitas seluruh ekosistem olahraga."

Anggota parlemen Uni Eropa dari Polandia, Tomasz Frankowski, yang juga mantan pemain tim nasional, meminta Komisi UE menunjuk koordinator terpisah untuk olahraga dan mengatakan prioritasnya adalah " mempromosikan model olahraga Eropa dan melindunginya dari ancaman seperti Liga Super."

Tetapi Anas Laghrari dan John Hahn dari perusahaan A22 Sports Management S.L yang dibeking Real Madrid menyebut rencana Liga Super Eropa itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang didukung oleh parlemen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!