Pemain Timnas Indonesia yang Diduga Terlibat Pengaturan Skor di Final Piala AFF 2010 tapi Sulit Dibuktikan
Rabu, 08 Desember 2021 - 21:30 WIB
Namun, bola dengan mudahnya direbut kembali oleh Norshahrul dan diumpan kepada Safee Sali. Safee yang berdiri bebas lalu melepaskan sepakan kaki kanan yang tak bisa dihentikan Markus.
Pada menit 68, Norshahrul kembali mengacak-acak lini pertahanan Indonesia dan lagi-lagi mengirimkan umpan kepada Mohammad Ashari yang seolah dibiarkan begitu saja. Ashari kemudian melayangkan sepakan keras dan membuat kedudukan menjadi 2-0 untuk Malaysia.
Laga kontroversial yang menurut beberapa pihak diatur agar Indonesia kebobolan dua gol. Kemudian berubah menjadi 3-0 pada menit 73 saat tandukan keras Safee gagal dibendung Markus.
Beberapa spekulasi menyeruak selepas laga berbau kontroversi tersebut. Kekalahan itu diyakini tak lepas dari campur tangan bandar judi besar asal Malaysia.
Banyak pihak juga menyebut Wakil Ketua Umum PSSI saat itu, Nirwan Bakrie sebagai dalang dibalik buruknya Indonesia ketika itu. Soalnya, kala itu Nirwan dikenal gemar bermain judi bola.
Ada satu versi yang mengatakan Ketua Umum PSSI kala itu, Nurdin Halid, dan wakilnya, Nirwan, ditemani manajer tim Andi Darussalam Tabussala (ADT) serta salah seorang petinggi PSSI, Nugraha Besoes mendatangi ruang ganti pemain saat rehat.
Mereka disebut menyerahkan sejumlah uang kepada sejumlah pemain agar Indonesia mengalah dua gol dari Malaysia pada babak kedua.
Beberapa pemain tersebut diduga Maman Abdurahman yang melakukan blunder saat gol pertama Malaysia. Lalu Markus Haris Maulana dan Firman Utina yang gagal mengeksekusi penalti.
Pada menit 68, Norshahrul kembali mengacak-acak lini pertahanan Indonesia dan lagi-lagi mengirimkan umpan kepada Mohammad Ashari yang seolah dibiarkan begitu saja. Ashari kemudian melayangkan sepakan keras dan membuat kedudukan menjadi 2-0 untuk Malaysia.
Laga kontroversial yang menurut beberapa pihak diatur agar Indonesia kebobolan dua gol. Kemudian berubah menjadi 3-0 pada menit 73 saat tandukan keras Safee gagal dibendung Markus.
Beberapa spekulasi menyeruak selepas laga berbau kontroversi tersebut. Kekalahan itu diyakini tak lepas dari campur tangan bandar judi besar asal Malaysia.
Banyak pihak juga menyebut Wakil Ketua Umum PSSI saat itu, Nirwan Bakrie sebagai dalang dibalik buruknya Indonesia ketika itu. Soalnya, kala itu Nirwan dikenal gemar bermain judi bola.
Ada satu versi yang mengatakan Ketua Umum PSSI kala itu, Nurdin Halid, dan wakilnya, Nirwan, ditemani manajer tim Andi Darussalam Tabussala (ADT) serta salah seorang petinggi PSSI, Nugraha Besoes mendatangi ruang ganti pemain saat rehat.
Mereka disebut menyerahkan sejumlah uang kepada sejumlah pemain agar Indonesia mengalah dua gol dari Malaysia pada babak kedua.
Beberapa pemain tersebut diduga Maman Abdurahman yang melakukan blunder saat gol pertama Malaysia. Lalu Markus Haris Maulana dan Firman Utina yang gagal mengeksekusi penalti.
Lihat Juga :