Seri A Siapkan Skenario Terburuk Jika Ada Gelombang Kedua Covid-19
Rabu, 10 Juni 2020 - 10:29 WIB
Bagaimana dengan juara? FIGC mengatakan jika kompetisi dihentikan, dipastikan tidak akan ada tim juara. Hanya, akan ada playoff untuk menentukan tiket ke zona Liga Champions dan Liga Europa. “Dalam hal terjadi pemberhentian, kami telah merencanakan format baru dengan playoff dan playout, seperti diminta UEFA. Di luar pertandingan normal, tidak ada solusi yang lebih baik dari pada playoff dan playout,” kata Gravina.
FIGC tak menutup pintu pada alternatif lain jika memang tidak bisa menggelar playoff dan playout. Jika ini terjadi, akan dibuat algoritma berdasarkan hasil kandang dan tandang untuk menghitung perkiraan total poin akhir.
Tapi, cara tersebut hanya menentukan tim mana yang lolos ke kompetisi Eropa dan degradasi. Sementara scudetto tidak akan diberikan. Klub-klub Seri A sempat menentang gagasan algoritma sebagai penentu klasifikasi akhir, tapi akhirnya menerima. (Baca juga: Kemenhub Terbitkan Surat Edaran dalam Merespons Era New Normal)
Pria berusia 66 tahun itu menegaskan cara algoritma hanya akan digunakan dalam skenario terburuk. “Turnamen mini selalu lebih baik daripada algoritma yang telah diklarifikasi: ini adalah rata-rata tertimbang yang memperhitungkan bobot yang diperoleh dari rata-rata jumlah poin diambil di kandang dan tandang dikalikan sisa permainan,” tandasnya.
Saat Seri A ditunda, Juventus sedang berada di puncak klasemen memegang keunggulan satu poin atas Lazio. Inter Milan delapan poin di bawah Lazio di urutan ketiga, tapi unggul enam poin dari Atalanta yang menempati slot kualifikasi Liga Champions terakhir. Sementara Lecce, SPAL, dan Brescia berada di tempat degradasi.
FIGC tak menutup pintu pada alternatif lain jika memang tidak bisa menggelar playoff dan playout. Jika ini terjadi, akan dibuat algoritma berdasarkan hasil kandang dan tandang untuk menghitung perkiraan total poin akhir.
Tapi, cara tersebut hanya menentukan tim mana yang lolos ke kompetisi Eropa dan degradasi. Sementara scudetto tidak akan diberikan. Klub-klub Seri A sempat menentang gagasan algoritma sebagai penentu klasifikasi akhir, tapi akhirnya menerima. (Baca juga: Kemenhub Terbitkan Surat Edaran dalam Merespons Era New Normal)
Pria berusia 66 tahun itu menegaskan cara algoritma hanya akan digunakan dalam skenario terburuk. “Turnamen mini selalu lebih baik daripada algoritma yang telah diklarifikasi: ini adalah rata-rata tertimbang yang memperhitungkan bobot yang diperoleh dari rata-rata jumlah poin diambil di kandang dan tandang dikalikan sisa permainan,” tandasnya.
Saat Seri A ditunda, Juventus sedang berada di puncak klasemen memegang keunggulan satu poin atas Lazio. Inter Milan delapan poin di bawah Lazio di urutan ketiga, tapi unggul enam poin dari Atalanta yang menempati slot kualifikasi Liga Champions terakhir. Sementara Lecce, SPAL, dan Brescia berada di tempat degradasi.
Lihat Juga :